Home Warta Ekonomi

Pasar Properti Batam Diyakini Melaju Usai Lebaran

78
Ilustrasi. Pembangunan apartemen Meisterstadt oleh Pollux di Kota Batam. Sekitar 90 persen permintaan properti di Batam diminati oleh investor asal negara Singapura. (F: barakata.id/Yuri B Trisna).

Batam – Pasar properti di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) diyakini akan melaju usai Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah. Di antara pemicu pentingnya adalah adanya kepastian hukum setelah penetapan calon presiden dan wakil presiden terpilih hasil Pemilu April 2019.

Keyakinan itu disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam, Achyar Arfan. Menurut dia, pasar properti di Batam setelah Lebaran akan bergerak positif setelah sempat turun dalam beberapa bulan terakhir.

Ia mengatakan, penurunan pasar properti sebelum Lebaran biasa terjadi karena masyarakat lebih memprioritaskan sektor konsumsi. Menurut dia, situasi politik Tanah Air yang sudah membaik pasca-pemilu akan meningkatkan kepercayaan pengembang dan investor terhadap pasar.

“Penyelesaian sengketa pemilu lewat jalur positif yakni Mahkamah Konstitusi juga menunjukkan adanya kepastian hukum yang membuat situasi lebih kondusif”.

“Saya juga melihat ada peningkatan indeks harga saham secara nasional. Itu merupakan bukti adanya peningkatan kepercayaan dari para pelaku ekonomi yang menyatakan bahwa Batam sudah aman dan kondusif untuk investasi baru,” kata Achyar.

Baca Juga : Triniti Land Akan Lansir Proyek Ro7 Triliun di Batam

Ia pun memastikan ke depan bakal banyak investasi baru yang akan masuk ke Batam. Investasi itu otomatis akan membuka peluang kerja baru sehingga akan meningkatkan daya beli masya-rakat, khususnya terhadap kebutuhan terhadap hunian

“Adanya investasi baru, maka setelah Lebaran, pekerja akan dapat kontrak baru,” kata dia.

REI, lanjut Achyar, juga akan melanjutkan rencana membangun rumah murah bersubsidi di atas lahan kavling siap bangun (KSB) setelah Lebaran.

“Kami akan garap rumah subsidi murah di lahan KSB yang tak dimanfaatkan seluas 1.000 hektare lebih,” ujarnya.

Achyar menyebut masih banyak masyarakat Batam yang butuh rumah layak huni. Contohnya di Pemko Batam saja terdapat sekitar 1.000 petugas kebersihan. Kebanyakan dari mereka tinggal di rumah liar (ruli).

“Di Batam ada sekitar 50 ribu ruli. Sedangkan target kami itu bikin 1000 rumah murah per tahun. Jadi, butuh waktu 50 tahun untuk memindahkan ruli ke rumah layak huni. Tapi dengan memanfaatkan KSB, bisa lebih cepat,” kata dia.

Baca Juga : Presiden Setuju Lahan di Batam Jadi Hak Milik

Untuk mewujudkan itu, REI akan mengajak Badan Pengusahaan (BP) Batam kerja sama. REI akan membuat master plan-nya yang terdiri dari fasilitas umum lengkap seperti fasilitas pendidikan, kesehatan dan lainnya.

Achyar mengatakan, para petugas kebersihan Pemko Batam juga memiliki BPJS Ketenagakerjaan. “Sehingga dengan demikian, rumah murah bersubsidi bisa diperoleh dengan uang muka yang lebih murah dan angsuran yang terjangkau,” katanya.

*****

Sumber : Batam Pos

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin