Home Kepulauan Riau Batam 3.356 anak di Batam Stunting, Akademisi Dilibatkan untuk Menangani

3.356 anak di Batam Stunting, Akademisi Dilibatkan untuk Menangani

Anak Batam Stunting
Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad memimpin rapat penanganan stunting di Batam bersama akademisi, Jumat (22/10/21). (f: Humas Pemko Batam)
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Batam- Sebanyak 3.356 anak di Batam mengalami stunting. Pemerintah Kota (Pemko) Batam melakukan berbagai upaya untuk mengatasi hal itu. Serta melibatkan banyak pihak, termasuk akademisi.

Stunting merupakan kondisi pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) yang gagal akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, jumlah 3.356 anak yang mengalami stunting ini merupakan 5,02 persen dari total balita di Batam sebanyak 55.720 orang.

Baca Juga:

Namun demikian, ia mengaku optimistis angka tersebut dapat diturunkan. Menurut dia, angka stunting di Batam cenderung rendah jika dibandingkan dengan angka stunting Kepri.

“Angka stunting di Kepri 16 persen,” ujar Amsakar usai Rapat Koordinasi Penanganan Stunting Bersama Perguruan Tinggi se-Kota Batam di Ruang Rapat Hang Nadim, Kantor Wali Kota Batam, Jumat (22/10/21).

Amsakar mengatakan, upaya penurunan stunting itu telah diatur dalam Perpres 72/2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Di Batam, Pemko Batam melibatkan melibatkan Organisasi perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Batam dan juga perguruan tinggi di Batam.

“Penurunan angka stunting juga tak lepas dari akademisi. Di Batam, tadi kita libatkan 10 perguruan tinggi untuk bersama-sama menangani stunting ini,” katanya.

Sementara itu menurut Perpres 72/2021 Pasal 8, Pelaksanaan Stranas Penurunan Stunting disusun dengan pendekatan keluarga Resiko Stunting Rencana Aksi Nasional (RAN PASTI) mencakup penyediaan data keluarga beresiko stunting, pendampingan keluarga beresiko stunting, pendampingan calon pengantin, surveilans keluarga beresiko stunting, dan audit kasus stunting.

Baca Juga:

Di Batam penurunan angka stunting ini dilakukan melalui 1.632 kader pendamping keluarga, 3.640 kader posyandu dan OPD terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, serta Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Batam serta akademisi.

Amsakar mengatakan, beberapa program yang sudah dijalankan untuk menurunkan angka stunting ini di antaranya memberikan bantuan makanan bergizi, Posyandu, insentif bagi kader dan lain sebagainya.

Upaya penurunan angka stunting di Batam ini juga menjadi salah satu prioritas di Batam. Terutama untuk mencapai target penurunan angka stunting secara nasional menjadi 14 persen di tahun 2024.

Berdasarkan Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) secara nasional saat ini stunting dialami oleh 27,6 persen anak. (asrul)

SebelumnyaBatam Lakukan Survei untuk Ukur Herd Immunity
SelanjutnyaAkpol 1997 Wira Pratama Gelar Vaksinasi Massal Dosis 2 di Polairud Polda Kepri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin