Home Kepulauan Riau Batam

Kesetaraan Gender di Batam Menunjukkan Tren Perbaikan di 2020

Kesetaraan Gender di Batam
Verifikasi lapangan Anugerah Parahaita Ekapraya (APE) tahun 2020, di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (19/3/21) oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (F: Humas Pemko Batam)

Barakata.id, Batam- Kesetaraan gender di Batam menunjukakn tren perbaikan di 2020. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kota Batam sebesar 94,54 persen dari skala 0-100.

Indeks itu lebih tinggi daripada IPG nasional yang masih di kisaran 91,06 persen. Serta IPG Provinsi Kepri sebesar 93,31 persen. Sedangkan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Kota Batam sebesar 58,40 persen.

“IPG yang mendekati 100 mengindikasikan semakin kecil kesenjangan pembangunan antara laki-laki dan perempuan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Jefridin Hamid, saat mendampingi verifikasi lapangan Anugerah Parahaita Ekapraya (APE) tahun 2020, di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (19/3/21).

APE ini ditaja Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. APE adalah apresiasi kepada pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang responsif gender.

Jefridin menyampaikan, Pemko Batam berkomitmen untuk mendukung pembangunan yang responsif gender. Dia mengatakan, strategi pengarusutamaan gender di lingkungan Pemko Batam bertujuan untuk memberi keadilan dan kesetaraan gender, pengintegrasian kebutuhan laku-laki, perempuan, anak, disabilitas dan lansia.

Dalam proses perencanaan, pelaksanaan proigram dan kegiatan pembangunan sampai monitoring dan evaluasi merupakan wujud dan komitmen dari pimpinan daerah untuk menerapkan pengarusutamaan gender.

“Hal itu menjadi spirit pembangunan yang buahnya dapat dinikmati secara merata, adil, efektif, dan akuntabel oleh seluruh masyarakat di Kota Batam,” kata Jefridin.

Baca Juga:

Untuk mengimplementasikan strategi pengarusutamaan gender, Pemko Batam bahkan telah mentusun perencanaan dan penganggaran yang responsif gender.

Baca Juga:

“penyusunan program dan kegiatan pembangunan dilakukan melalui analisis gender menggunakan metode Gender Analysis Pathway (GAP) dan dituangkan dalam pernyataan anggaran gender atau Gender Budget Statement (GBS),” papar Jefridin.

Menurut dia, metode itu menjadi acuan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengintegrasikan gender ke dalam perencanaan, penyusunan kebijakan, sampai kepada evaluasi atas program atau pembangunan yang telah dilaksanakan.

***

Editor: Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin