Home Nusantara

Belum Ada Anggaran Perbaikan Dua Fasum yang Rusak Akibat Banjir, Begini Penjelasan PUPR

DPRD Kabupaten Blitar
DPRD Kabupaten Blitar gelar hearing terkait penanganan pasca bencana banjir yang melanda Desa Ngaringan beberapa hari yang lalu.(foto:achmad/barakata)

Barakata.id, Blitar (Jatim) – Soal penanganan pasca bencana banjir yang merusak fasilitas umum (Fasum) berupa dua jembatan beberapa hari yang lalu di Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, sampai hari ini belum ada solusi untuk pembangunannya.

Sementara, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Blitar, Nanang Adi mengatakan tidak ada anggaran untuk melaksanakan perbaikan dan pembangunan dua fasum tersebut.

“Sebab tahun ini saja, anggaran pada dinas kami di refocusing hampir 10 milyar untuk penanganan penyebaran Covid-19. Sehingga, untuk melaksanakan pembangunannya belum ada anggaran,” ungkapnya saat mengikuti hearing yang digelar Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Ngaringan, di gedung DPRD, Jalan Kota Baru, Kanigoro, Selasa (15/3/2021).

Baca juga : Partai Nasdem Targetkan 9 Kursi di 2024, Dengan di Kukuhkannya DPC Se-Kabupaten Blitar

Tambah lagi, kata dia, dasar untuk pelaksanakan pekerjaan tersebut harus tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun 2021.

“Sementara, di DPA kami tidak ada anggaran untuk itu,” tutur Nanang.

Namun demikian, Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Blitar Panoto, usai memimpin rapat mengatakan, bahwa pihaknya berjanji akan tetap mengupayakan untuk mencari win win solution (jalan keluar), terkait pembangunan dua jembatan yang rusak itu.

Kata Panoto, adapun penyebab kerusakan beberapa Fasum di Desa Ngaringan itu diduga akibat peralihan alih fungsi lahan yang dilakukan oleh PT NSA dan PTPN X, dimana yang semula sebagai lahan tanaman keras sekarang menjadi tanaman musiman.

Baca juga : Gempa Bumi Bermagnitudo 4,4 Guncang NTT dan Blitar

“Sehingga, ketika musim hujan datang, itu yang menyebabkan banjir dan mengakibatkan kerusakan beberapa fasilitas umum yang ada di desa tersebut,” lanjutnya.

Untuk itu, Panoto berharap, pihak PTPN X dan PT NSA ikut membantu memperbaiki dua fasum yang rusak itu melalui kewajiban Corporate Social Responsibility (CSR) nya.

“Sebab, Jika tidak, hal itu pastinya akan mempengaruhi perekonomian, serta hal-hal lainnya,” pungkas Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Blitar mengakhiri wawancaranya.

Repoter: Achamad Zunaidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin