Home Kepulauan Riau Batam Kabag Hukum Pemko Batam Minta Uang Rp90 Miliar ke Pengusaha

Kabag Hukum Pemko Batam Minta Uang Rp90 Miliar ke Pengusaha

2235
Kabag Hukum Pemko Batam
Petugas Kejari Batam menggiring Kabag Hukum Pemko Batam, Sutjahjo Hari Murti menuju tahanan, Selasa (15/9/20). (F: Batamnews.co.id)

Barakata.id, Tanjungpinang – Mantan Kabag Hukum Pemko Batam, Sutjahjo Hari Murti disebut meminta uang sebanyak Rp90 miliar kepada seorang pengusaha. Uang itu sebagai imbalan karena ia akan memberikan sejumlah proyek pemerintah dan swasta.

Padahal sebelumnya, Hari Murti sudah menerima Rp600 juta dari pengusaha tersebut. Hal ini terungkap dalam sidang lanjutan kasus gratifikasi dengan terdakwa Hari Murti di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Tanjungpinang, Senin (12/10/20).

Dalam persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendarsyah Yusuf Permana, Mega Tri Astuti, Yan Elhas Zebua dan Dedi Januarto Simatupang menghadirkan dua orang saksi yakni S dan SG. S merupakan seorang pengusaha yang dipaksa untuk memberikan gratifikasi kepada Hari Murti.

Baca Juga :

Hari Murti yang duduk sebagai terdakwa disebut-sebut menawarkan sejumlah proyek strategis di Pemko Batam kepada beberapa pengusaha di Batam. Saat menawarkan proyek-proyek itu, ia “menjual” jabatannya sebagai Kabag Hukum Pemko Batam.

Di hadapan majelis hakim, S mengatakan bahwa Hari Murti mendatanginya lalu menawarkan sejumlah proyek pemerintah dan swasta kepadanya. Kepada S, Hari Murti mengaku merupakan orang yang cukup berpengaruh di Pemko Batam.

Ngaku gantikan Amsakar Achmad

Hari Murti berani mengatakan bahwa Wali Kota Batam selalu memberi kepercayaan penuh kepadanya untuk mengatur proyek di Pemko Batam. Ia pun tanpa canggung mengaku kalau pada Pilkada 2020, bakal dipilih menjadi pendamping M Rudi sebagai calon Wakil Wali Kota Batam menggantikan Amsakar Achmad.

“Saksi menjelaskan bahwa terdakwa ini mengaku kalau dia akan memback-up semua proyek di Pemko Batam. Terdakwa juga mengaku akan menggantikan posisi Amsakar Achmad untuk maju mendampingi Rudi di Pilkada tahun ini. Dia juga menekan saksi bahkan mengancamnya,” kata JPU Hendarsyah usai persidangan.

Baca Juga :

Ia mengatakan, bukan hanya proyek fisik di Kota Batam, saksi S juga mengaku mendapatkan penawaran proyek renovasi Pasar Rancaekek di Bandung dari terdakwa. Saat itu, terdakwa meminta uang sebesar Rp600 juta kepada saksi yang diberikan secara bertahap, untuk pengurusan perizinan proyek tersebut.

“Pertama dikasih Rp300 juta. Katanya untuk pengurusan perizinan. Dan setelah itu, minta lagi Rp300 juta. Saksi ini sudah curiga dan tidak mau kasih, tapi diancam terdakwa. Terdakwa bilang, kalau tidak dikasih lagi, uang yang Rp300 juta pertama, hilang,” ujarnya.

Selanjutnya, seret calon menantu wali kota

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin