Home Warta Nusantara

Kabur dan Ditangkap, Setya Novanto Dipindah ke Lapas Bogor

61
Terpidana kasus korupsi e-KTP, Setya Novianto melambaikan tangannya dari mobil tahanan setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019. (F: Antara)

Bandung – Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto dipindahkan dari sel tahanan Lapas Sukamiskin, Bandung ke Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jumat (14/6/19) malam. Pemindahan Setya Novanto dilakukan karena dia “suka kabur” dari selnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Liberti Sitinjak mengatakan, narapidana korupsi proyek e-KTP yang merugikan negara Rp 2,3 triliun itu dipindah setelah kedapatan sempat kabur dari Lapas Sukamiskin.

Peristiwa dugaan kaburnya Setya berawal ketika terpidana 15 tahun penjara itu tengah melakukan pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Santosa Bandung.

Setya disebutkan berobat sejak Rabu 12 Juni dan menjalani rawat inap karena sakit pada lengannya.

Setya dijadwalkan pulang ke selnya di Lapas Sukamiskin, pada Jumat pagi, 14 Juni. Liberti menyatakan, saat akan kembali ke lapas khusus koruptor itulah, Setya kabur.

“Saya pindahkan langsung ke Gunung Sindur dan malam ini, 22.14 WIB berangkat ke sana,” ujarnya, seperti dikutip dari Tempo.co.

Ketika dimintai keterangan, kepada petugas Setya melakukannya dengan berdalih akan membayar rekening tagihan rumah sakit di lantai dasar. Ia turun dari kamar tempatnya dirawat di lantai 8. 

“Pengawal tunggu di atas (di lantai 8), tapi tidak muncul-muncul. Lalu disusul ke bawah, ternyata orangnya tidak ada,” ujar Liberti.

Kepala Lapas Sukamiskin yang mendapat laporan segera meneruskannya kepada Liberti. Pencarian pun segera dilakukan dan menemukan Setya sedang bersama istrinya di daerah Padalarang pada Jumat sore sekitar pukul 18.00 WIB.

“Dia plesiran ke Padalarang,” ucap Liberti sambil menambahkan, Setya sudah berada di Padalarang selama 3-4 jam.

Sejak ditahan, Setya beberapa kali menjadi kontroversi. Yang paling heboh adalah saat ia kedapatan menempati sel palsu, sekitar Juli 2018.

Sel palsu itu terungkap saat sidak yang dilakukan Ditjen PAS Kemenkumham pascapenangkapan mantan Kepala Lapas Sukamiskin, Wahid Husen oleh KPK.

Najwa Shihab dari tim Mata Najwa yang turut ikut dalam sidak, menemukan kejanggalan saat mendatangi sel nomor 29 Blok Timur yang ditempati Setya. Begitu masuk ke dalam sel, terlihat kamar yang begitu ditata rapi, kecil dan terkesan sederhana.

Tapi, ada beberapa hal yang dicurigai. Salah satunya papan nama di pintu yang terkesan baru dipasang.

Mengutip Detik.com, barang-barang yang berada di dalam sel Setya juga tidak mencerminkan pribadi mantan petinggi Golkar tersebut. Ada sejumlah parfum perempuan hingga cat rambut yang berharga murah.

Ombudsman RI kemudian berhasil mengungkap sel asli Setya di Lapas Sukamiskin. Sel tersebut tampak mewah dan berbeda dari sel palsu yang pernah disidak Kemenkumham.

Di dalamnya ada kasur dan seprai berwarna putih serta exhaust fan. Ada pula rak buku hingga meja kerja lengkap dengan kursinya.

Di kamar mandinya pun tersedia kloset duduk.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin