Home Gaya John Wick 3, Lebih Brutal dan Lebih Indonesia

John Wick 3, Lebih Brutal dan Lebih Indonesia

73

Film John Wick 3 atau John Wick: Parabellum yang dibintangi Keanu Reeves seakan menjadi panggung bagi dua aktor laga Indonesia -Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman- di industri film Hollywood. Film yang tayang di bioskop Tanah Air mulai Jumat (17/5/19) ini, menjadi sangat menarik ditonton karena “lebih Indonesia”.

Mengapa demikian? Meski dibintangi sederet aktor papan atas Hollywood, tapi dalam film bergenre action ini banyak mengusung seni bela diri pencak silat.

Dan kehadiran Yayan maupun Cecep, semakin menambah “Keindonesiaan John Wick” lantaran Keanu Reeves juga ‘harus’ berdialog menggunakan bahasa Indonesia di beberapa adegan.

Pada gala premier film ini di XXI Plaza Indonesia, Selasa (14/5/19) malam lalu, Yayan Ruhian mengatakan kepada wartawan, ada tiga hal yang membuat film besutan Lionsgate ini lebih Indonesia.

Pertama, ada dialog berbahasa Indonesia antara Yayan, Cecep dengan Keanu Reeves. Kedua, tampilnya seni bela diri warisan budaya Indonesia yakni pencak silat. Dan ketiga adalah kehadiran senjata kerambit.


Dalam satu adegan, Yayan dan Cecep tampak menggunakan kerambit saat mengeluarkan jurus silat harimau ketika berduel menghadapi John Wick. Adanya tiga rasa Indonesia di Jon Wick; Parabellum, membuat film ini memang cukup pantas kamu tonton.

Dihubungi Langsung Sutradara

Yayan Ruhian bersama Keanu Reeves dan Cecep Arif Rahman di John Wick 3. (F: Dok. Cecep Arif Rahman)

Keikutsertaan Cecep dan Yayan dalam film ini, menurut Cecep, setelah mereka dihubungi langsung oleh sang sutradara, Chad Stahelski. Ketika itu, mereka ditawari peran sebagai musuhnya John Wick.

“Sebagai pribadi, pastinya kami sangat bangga bisa ikut terlibat dalam film John Wick ini. Mudah-mudahan ini juga bisa menjadi kebanggaan buat masyarakat Indonesia dan masyarakat pencak silat pada khususnya,” kata Yayan didampingi Cecep.

“Kita dihubungi lewat Skype,” tambah Cecep.

Cecep mengisahkan, Chad Stahelski sebelumnya pernah bicara dengannya dan Yayan karena pihak produsen di Hollywood bermaksud membuat film ‘The Raid’ dengan rasa Hollywood.

“Mereka pernah mau bikin The Raid versi Hollywood ya, mereka datang ke kita, ngobrol sama kita, jadi mereka tahu bagaimana kita,” katanya.

Tak cuma jadi aktor, oleh sutradara, Yayan dan Cecep diberi keleluasaan untuk menampilkan koreografi pencak silat yang memang mereka kuasai. Di film ini, mereka berperan menjadi Shinobi 1 dan Shinobi 2.

Kata shinobi berasal dari Jepang, atau lebih populer dengan sebutan ninja. Shinobi disematkan kepada seseorang karena keahliannya dalam seni bela diri ninjutsu. Nin bisa diartikan dengan penyusupan, dan jutsu diartikan dengan seni atau cara.

Peran itulah yang dilakoni dua bintang film The Raid ini di film John Wick 3. Mereka jadi pembunuh yang bisa masuk ke markas musuh dengan senyap selayaknya ninja.

Keanu Reeves, dalam wawancara dengan media online film, Collider Maret lalu menyebut Yayan dan Cecep sebagai pesilat luar biasa yang dilihatnya lewat film The Raid.

“Saya tahu Yayan dan Cecep dari seri The Raid dan mereka luar biasa. Saya berlatih dengan mereka. Mereka pesilat sangat luar biasa,” kata Keanu Reeves.

Cecep mengatakan mereka berlatih dengan Keanu Reeves yang “mengadopsi” sejumlah jurus silat yang dikombinasikan dengan koreografi tim film. Keanu Reeves hanya butuh waktu satu hari menghafal gerakan-gerakan silat yang dipandu oleh Cecep dan Yayan.

Cuplikan Cerita

Salah satu adegan pertarungan John Wick (Keanu Reeves) dengan Yayan dan Cecep.

Dalam film dengan durasi 1 jam 30 menit ini, Chad Stahelski membuat beberapa adegan aksi kejar-kejaran, yang diberi bumbu dramatis. Sementara karakter John Wick ditampilkan seakan-akan mewakili sosok asassins yang sempurna.

Ia adalah sosok penembak jitu, menguasai bela diri yang bisa mengalahkan jurus-jurus dari lawannya, dan bisa cepat sembuh dari luka. Meski terasa lebih brutal, tapi tim penulis naskah; Derek Kolstad, Shay Hatten, Chris Collins dan Marc Abrams sukses mengawinkannya dengan narasi film yang sangat menghibur.

Dikisahkan dalam film ini, John Wick berusaha mencari tempat persembunyian dari para assasins yang sedang memburunya. Kepala John Wick dihargai USD14 juta gara-gara melanggar aturan.

Ia membunuh salah satu anggota High Table, Santino D’ Antonio (Riccardo Scamarcio) dalam area netral hotel Continental yang dipimpin petinggi kriminal Winston (Ian McShane), seperti dalam narasi di film sebelumnya, John Wick 2.

Sejak awal, film ini sudah menawarkan ketegangan. Kita seolah tak diberi kesempatan untuk mengenal satu per satu karakter para pemain.

Selayaknya film laga, John Wick 3 juga menghadirkan aksi tembak-tembakan, saling kejar dan pertarungan jarak dekat para tokohnya.

Selain Yayan dan Cecep, film ini juga menampilkan sejumlah karakter baru. Di antaranya Sofia (Halle Berry), si cantik yang punya insting membunuh kelas wahid.

Sutradara juga memasukkan karakter dua anjing jenis Belgian Shepherds yang menjadi kawan Sofia saat menghabisi kelompok asassins tanpa ampun.

Kehadiran aktor veteran Mark Dacascos, pimpinan shinobi, juga seperti menebus kerinduan akan aktingnya di film laga. Mark Dacascos, yang memerankan villain utama Zero tampil memukau saat mendemonstrasikan aksi bela diri asal Brasil saat menghajar John Wick.

Di film ketiga ini, John Wick digambarkan bertemu dengan ‘Tuhan’-nya organisasi bawah tanah kriminal, Bowery King (Laurence Fishbure). Meskipun harus melalui rintangan yang sangat sulit.

*****