Beranda Parenting

Jenuh Saat Program Hamil? Ini 8 Tips untuk Mengatasinya

40
0
Jenuh Program Hamil
Foto Ilustrasi. (hutterstock/Basicdog)
- Advertisement -
DPRD Batam

Barakata.id – Banyak pasangan yang dilanda rasa jenuh saat menjalani program hamil. Wajar memang, karena menantikan kehamilan yang tak kunjung tiba memang dapat menimbulkan kebosanan.

Namun yang penting adalah pasangan harus terus berusaha. Tetap optimistis, selalu berpikir positif, dan buatlah hari-hari selama program hamil lebih berwarna.

- Advertisement -

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut adalah tips-tips untuk mengatasi jenuh saat program hamil yang dapat membantu meringankan rasa bosan pasangan:

BACA JUGA : Mau Tunda Kehamilan, Pasangan Suami Istri Harus Tahu Ini

  1. Belajar Pasrah

Dalam berbagai kasus ketidaksuburan (infertilitas), pasangan suami istri yang terlalu bersemangat menggebu-gebu menginginkan kehadiran anak justru malah kesulitan dan sering mengalami kegagalan. Setelah diteliti, pasangan ini dilanda stres sehingga hormon-hormon yang dihasilkan tubuh istri justru menghambat ovulasi.

Produksi hormon FSH (follicle stimulating hormon) dan LH (luteinizing hormone) menjadi tidak seimbang. Akibatnya, jadwal menstruasi bulanan menjadi kacau. Sel telur pun sulit untuk dibuahi.

Yang dimaksud pasrah di sini bukan meminta kamu untuk putus asa dan berhenti berusaha. Tapi pasrah yang terbaik adalah tetap melakukan hubungan suami istri pada masa ovulasi, menerapkan pola hidup sehat, stop merokok dan minuman beralkohol, konsumsi makanan bergizi terutama yang mengandung vitamin penunjang kesuburan, olahraga, dan istirahat yang cukup.

  1. Tenangkan Diri

Beberapa aktifitas seperti berdoa, dzikir, meditasi, yoga adalah beberapa bentuk pengendalian diri yang sangat bermanfaat, selain itu ia juga dapat menyingkirkan pikiran-pikiran negatif. Dengan bersikap tenang akan membantu kamu maupun pasangan untuk bersikap pasrah, lebih mudah menerima keadaan meskipun kehamilan yang dinanti-nanti belum juga ada tanda-tanda.

  1. Jangan Saling Menyalahkan

Daripada harus saling menyalahkan, lebih baik kamu dan pasangan mencari sisi positif atas masalah yang anda alami saat ini. Cari jalan keluar dengan berkonsultasi dokter, cari tahu apa penyebab ketidaksuburan masing-masing yang menyebabkan anda belum juga dikaruniai anak.

BACA JUGA : 6 Penyebab Pasangan Selingkuh, dari Urusan Ranjang hingga Medsos

  1. Bulan Madu Lagi

Tips ini sangat disarankan dengan catatan anda benar-benar “berbulan madu”. Hindari segala masalah sehari-hari yang membuat anda tertekan, masalah pekerjaan, masalah keluarga, ataupun dorongan untuk menginginkan kehamilan sekalipun. Singkatnya, jalani program hamil anda sambil bernostalgia kenangan indah saat anda menjadi pengantin baru.

  1. Coba Posisi Bercinta yang Baru

Jika selama ini anda dan pasangan merasa nyaman dengan gaya bercinta yang itu-itu melulu, maka ganti dengan posisi bercinta yang baru. Kamu juga bisa mencoba posisi bercinta agar cepat hamil, atau mencari lokasi bercinta seperti kamar mandi misalnya.

  1. Cari Tempat Pelarian yang Benar

Hindari bentuk pelarian yang salah. Istri tak kunjung mendapatkan kehamilan, suami malah sibuk “clubbing” dan minum-minum beralkohol yang justru menurunkan jumlah dan kualitas sperma. Sementara istri menghibur diri dengan sibuk berbelanja, wisata kuliner dengan konsumsi makanan sembarangan, larut dalam pekerjaan yang begitu melelahkan.

Carilah bentuk pelarian yang lebih positif. Misalnya, lebih sering jalan berdua dengan pasangan ke tempat-tepat berpacaran dulu, lebih menyayanginya, belajar menyulam dan merajut, dan sebagainya.

BACA JUGA : Jarang Bercinta karena Baru Punya Bayi, Awas Konflik Rumah Tangga

  1. Usaha Secara Medis :

Ada baiknya pasangan berusaha mengenali masa subur, dan lakukan hubungan suami istri pada masa subur tersebut. Pelajari posisi berhubungan yang lebih besar peluangnya untuk mendapatkan kehamilan.

Posisi misionaris misalnya, adalah posisi yang paling disarankan ketika merencanakan kehamilan. Di mana posisi suami berada di atas sehingga pada saat ejakulasi memungkinkan sel sperma lebih jauh masuk ke dalam rahim. Peluang terjadinya kehamilan dengan posisi ini sekitar 65%.

Bagi wanita yang posisi rahimnya menghadap ke belakang, dianjurkan melakukan posisi Doggy Style (nungging) ketika berhubungan suami istri.

Sebisa mungkin saat berhubungan, istri mencapai orgasme. Beberapa penelitian menunjukkan, wanita yang mengalami orgasme saat berhubungan khususnya saat masa subur, ovum (sel telur) lebih mudah matang dan cepat keluar.

Frekuensi berhubungan sebaiknya jangan terlalu sering. Dianjurkan dua hari sekali, hal ini karena pada hari kedua tersebut kualitas sel sperma sedang bagus-bagusnya.

  1. Adopsi

Tanpa memiliki anak tidak berarti cinta kepada pasangan berkurang. Anak merupakan pelengkap, akan tetapi tidak semua pasangan bisa memilikinya. Jika kamu telah berjuang untuk mendapatkan anak namun ternyata tidak “dizinkan” hamil. Maka jauh lebih baik menyalurkan kasih sayang kalian kepada anak adopsi. (*)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini