Home Warta Ekonomi

Investasi Asing di Kepri Turun di Tengah Pandemi, PMDN Naik Dua Kali Lipat

106
Pollux Habibie International telah melakukan serah terima apartemen unit Tower Auslesen (A1) -pertama dari kanan- kepada konsumen di lokasi proyek Pollux Meisterstadt, Batam, Jumat (27/12/19).(F: Barakata.id/IST)

Barakata.id, BATAM – Aliran investasi asing di Kepri menurun sepanjang enam bulan pertama 2020 dibanding periode yang sama tahun lalu. Meski dilanda pandemi Covid-19, Kepri masih menjadi tujuan investasi dengan masuk 10 besar peringkat investasi asing di Indonesia.

Berdasarkan laporan realisasi penanaman modal asing (PMA) yang dirilis Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, nilai investasi asing yang parkir di Kepri mencapai USD767,5 juta dengan total 988 proyek sepanjang semester pertama 2020.

Realisasi investasi asing itu mengkerek dibandingkan periode enam bulan pertama 2019. Pada semester I/2019, nilai investasi asing yang mengalir ke Kepri mencapai USD906 juta dengan 828 proyek.

Penurunan investasi juga tampak dari nilai investasi meski tak begitu signifikan. Pada triwulan I/2020 investasi asing di Kepri tercatat USD400,1 juta dan pada triwulan II/2020 atau sepanjang periode pandemi Covid-19 turun menjadi USD367,4 juta. Sepanjang triwulan II/2020 ada sebanyak 394 proyek investasi. Adapun nilai investasi asing pada triwulan pertama 2019 tercatat senilai USD455,7 juta. Triwulan II/2019 senilai USD451 juta. (Lihat grafis)

Grafis Investasi
Grafis Investasi Kepri/Candra Gunawan

Meski begitu, Kepri tetap masuk 10 besar provinsi dengan nilai investasi terbanyak di Indonesia. Peringkat Kepri pada semester I/2020 duduk di rangking 6. Rangking itu turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kepri ada di peringkat 5 periode semester I/2020.

Jawa Barat berada di peringkat pertama untuk investasi PMA berdasarkan lokasi. Investasi asing yang masuk ke Jabar senilai Rp2,2 miliar dengan 5.015 proyek.

Di atas Kepri berturut-turut yakni DKI Jakarta (USD1,7 miliar), Maluku Utara (USD994 juta), Jawa Timur (USD868 juta) dan Sulawesi Tengah (USD793,1 juta).

Baca Juga:

MOU BP BATAM: Sistem Pelayanan BP, Pemko dan BKPM Diintegrasi, Izin Investasi di Batam Kian Mudah

Investasi dari Dalam Negeri

Masih dengan laporan yang sama, investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang parkir di Kepri justru meningkat dua kali lipat sepanjang semester I/2020.

BKPM mencatat nilai investasi asing yang mengucur ke Kepri senilai Rp5,6 triliun dengan 766 proyek pada periode Januari-Juni 2020.

Modal dari investor Tanah Air itu melonjak. Pada periode semester I/2019, PMDN di Kepri mencapai Rp2,2 triliun dengan 394 proyek.

Baca Juga:

Tren Ekonomi Saat Pandemi, FTZ Batam Tetap Memikat Investasi

Kepri duduk di peringkat 9 nilai PMDN berdasarkan lokasi di Indonesia. Periode tahun lalu peringkat Kepri ada di rangking 17.

Nilai PMDN Kepri melonjak sepanjang tiga bulan pertama 2020 saja dengan nilai investasi Rp4,7 triliun dan 406 proyek atau 6 terbesar di Indonesia.

Tapi nilai itu anjlok pada periode April-Juni 2020 atau saat dimulainya pandemi Covid-19 dengan nilai investasi hanya RP984,2 miliar dengan 401 proyek. Peringkat pada periode itu pun melonjak jadi peringkat 4. Padahal pada triwulan IV/2019, Kepri peringkat 19.

***
Editor: Candra Gunawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin