Home Warta Ekonomi

Harga Motor Honda Mulai Naik

108
Bangkok International Motor Show (BIMS) 2019 menjadi lokasi peluncuran CBR250RR versi Thailand. (F: Dok. Honda)

Batam – Beberapa model motor pabrikan Honda mulai menunjukkan kenaikan harga pada bulan Juni 2019. Perubahan harga itu menyesuaikan dengan naiknya tarif pajak kendaraan.

General Manager Sales Division PT Astra Honda Motor (AHM), Didi Kwok membenarkan perubahan harga tersebut.

“Harga-harga ini untuk menyesuaikan pajak kendaraan di tahun ini,” kata Didi seprti dikutip dari Kompas.com, Rabu (19/6/19).

Kenaikan harga misalnya terjadi untuk kelas motor sport 150 cc. Motor CB150 Verza mengalami kenaikan dari Rp19,4 juta menjadi Rp19,938 juta.

Model lain seperti CB150R Street Fire SE Fury Mat Red harganya naik dari Rp27,850 juta pada Mei 2019 menjadi Rp28,581 juta untuk penjualan bulan ini.

Model lain yang naik harga adalah, motor CBR250RR ABS Bravery Mat Red yang sebelumnya dibanderol Rp70,725 juta kini menjadi Rp 71,248 juta. Sedangkan CBR250RR varian standar Black Freedom alias model termurah dari Rp59,9 juta menjadi Rp59,955 juta.

Baca Juga : Suzuki Alto, Mobil Mini Performa Tinggi Seharga Rp84 Juta

Kenaikan harga tersebut rata-rata sama untuk seluruh variannya.

Model lain yang mengalami ubahan harga adalah bebek sport Sonic 150. Sebelumnya Sonic dibanderol Rp22,350 juta untuk varian Activo Black yang kemudian naik menjadi Rp22,780 juta.

Variasi kenaikan harga ini berbeda di tiap model. Khusus untuk skutik kenaikan belum diterapkan kecuali untuk Forza dan PCX Hybrid yang merupakan produk CBU.

Honda PCX

Forza sebelumnya dibanderol Rp79,5 juta dan saat ini menjadi Rp81,727 juta. Untuk PCX Hybrid sebelumnya dibanderol Rp41,325 juta menjadi Rp42,139 juta. 

Penjualan semester dua

Sementara itu, Direktur Pemasaran AHM, Thomas Wijaya mengatakan, periode penjualan PT Astra Honda Motor pada Januari hingga April 2019 mengalami pertumbuhan sebesar 13 persen. Secara jumlah, dari 1,5 juta unit di 2018 menjadi 1,7 juta unit dalam empat bulan pertama tahun ini.

Menurut Thomas Wijaya, pertumbuhan itu karena ada beberapa faktor. Salah satunya momen menjelang Lebaran, di mana masyarakat banyak yang membeli sepeda motor.

Thomas berharap masuk semester kedua nanti, penjualan motor Honda juga bisa tumbuh lagi. Sebab, banyak faktor penunjang seperti masa panen petani akan dimulai usai Lebaran, banyak pameran otomotif, hingga uang THR.

“Jadi mungkin uang THR yang masih ada bisa digunakan untuk membeli motor baru,” kata dia.

Baca Juga : Supersport RS660, Motor Pesaing Ninja ZX-636 dari Aprilia

Menurut Thomas, tren setiap tahun untuk semester pertama secara jumlah selalu lebih kecil dibanding enam bulan selanjutnya. Komposisi 47-49 persen buat enam bulan pertama, dan 50-52 persen di enam bulan terakhir.

“Kita berharap setelah Lebaran berkelanjutan. Terkait dengan pameran, tahun ajaran baru, ada potensi penjualan dan pasar meningkat,” kata dia.

Thomas mengatakan, melihat kondisi ekonomi yang sekarang ini, untuk penjualan motor secara nasional tahun ini hampir mirip dengan 2018, yaitu sekitar 6 juta sampai 6,3 juta unit.

Ia memprediksi penjualan Honda tahun ini juga masih sama dengan tahun lalu sekitar 4,5 juta sampai 4,7 juta unit.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin