Home Warta Ekonomi

KEK Nongsa Digital Park dan BAT Disetujui: Angin Segar Ekonomi Batam

126
Nongsa Digital Park./dok. Itworks.com

Barakata.id, JAKARTA – Kawasan perdagangan bebas Batam diyakini akan bergairah seiring dengan disetujuinya dua kawasan ekonomi khusus. Investasi belasan trilliun mengucur ke pulau ini dan belasan ribu pekerja direkrut.

Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) telah menyetujui pembentukan dua KEK baru, yaitu KEK Nongsa Digital Park dan KEK MRO Batam Aero Technic yang berlokasi di Batam, Kepri. Pembentukan dua KEK itu punya jalan yang panjang sejak diusulkan pertengahan 2019. Sempat terhambat soal aturan dan mendapat penolakan, pemerintah akhirnya setuju untuk ditetapkan.

“Kami setujui untuk ditetapkan sebagai KEK, karena telah memenuhi syarat,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Dewan Nasional KEK di Jakarta, Jumat (10/7/2020), dikutip dari Kantor Berita Antara.

Airlangga menambahkan Dewan Nasional KEK akan merekomendasikan kepada Presiden untuk menetapkan kedua KEK itu melalui Peraturan Pemerintah.

Ia mengharapkan pembukaan dua KEK yang telah memenuhi persyaratan pengembangan ini dapat menyerap tenaga kerja dan mendorong perekonomian daerah. Setelah KEK ditetapkan, lanjut dia, KEK tersebut diberikan waktu paling lama tiga tahun, sampai KEK siap beroperasi dan dilakukan evaluasi pembangunan setiap tahunnya.

Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto menjelaskan KEK Nongsa Digital Park memiliki luas lahan 166,45 hektare dengan total investasi Rp16 triliun. Rinciannya, investasi pembangunan kawasan senilai Rp1,09 triliun, dan investasi tenant Rp14,90 triliun. Total tenaga kerja yang akan terserap sebanyak 16.500 orang.

Pengusul KEK ini adalah PT Taman Resor Internet (PT Tamarin) yang merupakan salah satu anak perusahaan dari grup perusahaan PT Citra Agramasinti Nusantara (Citramas Group). Grup ini telah memiliki pengalaman dalam bidang pariwisata, industri kreatif dan Teknologi Informasi (TI), serta kawasan industri. KEK Nongsa Digital Park dinilai memiliki kesiapan karena lahan telah dikuasai dan peruntukannya sesuai dengan Perpres No. 87 Tahun 2011. Beberapa investor yang siap masuk antara lain PT Kinema untuk TI Apple Academy dan calon investor data center PT. Nexus, D-Town Commercial Center.

Infrastruktur kawasan telah terbangun di lahan tahap I seluas 91,11 hektare, yaitu marina, resort, studio film, kantor TI, dan lapangan golf. KEK ini diharapkan menjadi pintu masuk untuk perusahaan TI bertaraf internasional serta menjadi Hub Digital Bridge TI Indonesia ke Singapura dan mancanegara.

Selain itu, adanya KEK diperkirakan dapat menghemat devisa negara dalam bisnis digital hingga Rp20-30 triliun per tahun dengan kontribusi terbesar dari sektor data center dan pendidikan internasional.

“Adanya transfer teknologi di bidang TI sehingga KEK Nongsa Digital Park dapat menjadi pusat pengembangan SDM tenaga TI muda Indonesia menjadi technopreneur,” kata Enoh.

Baca Juga: Ekonomi Batam Diprediksi Tumbuh 5 Persen pada 2021

Di KEK ini, investor dapat memaksimalkan koneksi internet internasional, karena terdapat tujuh kabel FO bawah laut, yang dapat dimaksimalkan untuk pengembangan data center dan industri animasi.

Selanjutnya, KEK MRO Batam Aero Technic memiliki luas lahan 30 hektare dengan kegiatan utama industri MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) untuk industri pesawat terbang. Nilai investasi KEK ini mencapai Rp6,2 triliun dan diproyeksikan dapat menyerap tenaga kerja 9.976 orang hingga 2030.

Pengusul KEK tersebut adalah PT Batam Teknik yang mulai beroperasi pada 2014 di Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau sebagai penyedia jasa perawatan dan perbaikan pesawat. Selama ini, PT Batam Teknik telah berpengalaman dalam melayani MRO untuk pesawat-pesawat Lion Air Group.

Kehadiran KEK ini diharapkan dapat menghemat devisa 65-70 persen dari kebutuhan MRO maskapai penerbangan nasional senilai Rp26 triliun per tahun yang mengalir ke luar negeri. Dalam jangka menengah, kawasan ini diharapkan mampu menangkap peluang dari pasar Asia Pasifik yang memiliki sekitar 12.000 unit pesawat dan nilai bisnis sebesar 100 miliar dolar AS pada 2025.

Di tempat terpisah, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi mengetahui dua KEK itu disetujui seusai dirinya menjalani rapat bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada Jumat (10/7). “Dua KEK di Batam yang disetujui ini nanti dikelola swasta,” kata Rudi yang juga Wali Kota Batam itu, seusai mengikuti rapat di Marketing Centre BP Batam pada Jumat (10/7/2020).

Menurut Rudi, disetujuinya dua KEK di Batam akan memberi ruang pada hadirnya investasi besar. Dalam rencana investasi KEK MRO, Grup Lion pada 10 tahun pertama setelah disetujui, diperkirakan menyerap investasi senilai Rp 6,2 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak hampir 10.000 orang. Sementara itu proyek NDP akan menyerap investasi Rp16 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 6.500 orang hingga 2030 mendatang.

Baca Juga: Penumpang Lion Air Bisa Nonton Film Saat Terbang, Simak Caranya

Pada prosesnya, Rudi menjamin akan mendukung penuh jalannya KEK NDP dan MRO Lion, utamanya pada tataran kebijakan di tingkat daerah. Saat ini, pihaknya tinggal menunggu proses penyelesaian administrasi di tingkat pusat hingga nantinya Peraturan Pemerintah (PP) kedua kawasan ini ditetapkan.

“Investasi menjadi fokus BP Batam, infrastrukturenuju kawasan investasi akan kita tingkatkan juga, kita akan upayakan anggaran untuk dukungan investasi,” kata Rudi.

Rudi menambahkan masih ada dua lagi proposal KEK di Batam yang diajukan. Hanya saja prosesnya masih dalam penyelesaian persyaratan yang dibutuhkan. ***

Editor: Candra Gunawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin