Home Kepulauan Riau Batam Expatriat Ikut Tanam Bakau di Ekowisata Pandang Tak Jemu

Expatriat Ikut Tanam Bakau di Ekowisata Pandang Tak Jemu

55
Ekowisata Pandang Tak Jemu
Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina dan para ekspatriat menanam bakau di Ekowisata Pandang Tak Jemu, Sabtu (11/9/21). (F: Disbudpar Batam)
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Batam- Para ekspatriat meramaikan acara penanaman bakau atau mangrove di Ekowisata Pandang Tak Jemu, Kecamatan Nongsa, Sabtu (11/9/21). Penanaman pohon ini merupakan salah satu isi acara yang terangkum dalam Nomadic Community Fiesta (NCF) 2021.

NCF ini sendiri diinisiasi oleh Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPBD) bekerja sama dengan Dinas Kebudayaa dan Pariwisata (Dsibudpar) Batam. Kali ini acara diberi tajuk Mangrove Planting “One Man One Tree”.


“Setidaknya ada 50 ekspatriat ambil bagian,” kata Direktur BPBD Edi Sutrisno.

Baca Juga:

Tak hanya para ekspatriat dan komunitas, kegiatan tersebut juga diikuti oleh Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina dan Kepala Disbudpar Batam Ardiwinata.

Selain menanam pohon, dalam kegiatan tersebut juga ada pemberian sembako untuk pelaku wisata terdampak pandemi di sekitaran Nongsa.

“Paket sembako murni hasil donasi para ekspatriat yg tergabung dalam Batam Expatriat Supporting Team (BEST),” ujar Edi.

Edi mengatakan, nantinya NCF akan dilaksanakan setiap sebulan sekali. Kegiatan dilakukan berpindah-pindah ke seluruh destinasi wisata di Batam.

“Bulan depan, kita akan lakukan acara serupa di Jambu Marina. Di sana, bule-bule akan diajak masuk lumpur, menanam padi,” kata dia.

Pengelola Ekowisata Pandang Tak Jemu Gerry mengatakan, sangat berterima kasih atas kehadiran Wakil Gubernur Kepri dan para ekspatriat ke tempat wisata yang dikelolanya.

“Saya sangat mengapresiasi,” ujarnya.

Menurut dia, kunjungan tersebut bisa menjadi booster, penyemangat untuk bangkit setelah berbulan-bulan tempat wisata tersebut tutup karena pandemi Covid-19.

Sebagai informasi, Ekowisata Pandang Tak Jemu ini masuk dalam 100 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021. Menurut Marlin, hal ini membuka banyak masyarakat untuk menjaga dan mengelola desa agar bisa dikembangkan menjadi wisata desa seperti Ekowisata Pandang Tak Jemu.

“Pengembangan wisata yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan menjadi tren positif saat ini. Karena perlu dukungan semua pihak untuk membantu pemerintah dalam upaya menjaga lingkungan dari kerusakan,”ujarnya.

Baca Juga:

Marlin mengakui, saat ini banyak bakau di Kepri yang belum terkelola dengan baik. Oleh karea itu masyarakat pun perlu meningkatkan kesadaran dan terlibat. Sehingga dapat mengambil manfaat ekonomi tanpa merusak ekosistem bakau yang ada.

Kepada para pelaku wisata, Marlin meminta untuk bersabar dengan kondisi yang ada. Dia mengatakan saat ini pemerintah tengah berusaha membuka kembali wisata di Kepri termasuk salah satunya di Batam.

Penanaman bakau tersebut disambut antusias oleh para ekspatriat. Bahkan sebagain bersar mereka datang sambil membawa serta keluarga. (asrul)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin