Home Kepulauan Riau

66.557 Orang di Kepri Menganggur

81
Ilustrasi

Batam – Angka pengangguran di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tercatat di urutan lima besar di Indonesia setelah Jawa Barat, Banten, Maluku, dan Kalimantan Timur. Hingga Februari 2019, sekitar 66.557 orang dari total angkatan kerja di Kepri masih menganggur.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kepri pada Februari 2019 mencapai 6,41 persen. Jumlah angkatan kerja di Kepri pada Februari 2019 tercatat sebanyak 1.039.132 orang.

Sementara penduduk Kepri yang bekerja pada Februari 2019 sebanyak 972.575 orang. Dibanding TPT Kepri pada Februari 2018 yang mencapai 6,43 persen, angka pengangguran tersebut berkurang sekitar 2.002 orang.

“Jika dibandingkan dengan Februari 2018, penduduk yang bekerja pada Februari 2019 berkurang sebanyak 24.419 orang,” kata Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Kepri, Satriyana Yasmuarto, kemarin.

Secara nasional, peringkat TPT Kepri berada di urutan kelima tertinggi dari 34 provinsi di Indonesia. Kepri menempati posisi di bawah Jawa Barat (7,73 persen), Banten (7,58 persen), Maluku (6,91 persen), dan Kalimantan Timur sebesar 6,66 persen.

Dilihat dari tingkat pendidikan, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mendominasi TPT Kepri yaitu sebesar 11,20 persen. Disusul kemudian lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 6,87 persen.

“Dengan kata lain ada penawaran tenaga kerja yang tidak terserap terutama pada tingkat pendidikan SMK dan SMA,” kata dia.

Satriyana mengatakan, lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan pada persentase penduduk yang bekerja, tercatat pada sektor administrasi publik dan pertahanan, pendidikan, kesehatan manusia, dan kegiatan pekerjaan sosial sebesar 3,91 persen poin.

Kemudian, sektor perdagangan grosir dan eceran, transportasi dan penyimpanan akomodasi dan kegiatan layanan makanan sebesar 1,26 persen poin, serta sektor kegiatan jasa lainnya sebesar 1,22 persen poin.

Dorong Lapangan Kerja Baru

Melihat tingginya angka pengangguran di provinsi itu, Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan, pihaknya akan berupaya mendorong terciptanya lapangan kerja baru untuk mengurangi angka pengangguran.

“Karena tidak bisa kita sekarang hanya mencari kerja, tapi harus membuat lapangan kerja,” ujarnya.

Sebagai langkah nyata menanggulangi tingginya angka pengangguran, lanjut Nurdin, Pemerintah Provinsi Kepri akan intens mendekati anak-anak muda di daerah itu terutama yang memiliki jiwa enterpreuneur.

Pemprov Kepri akan terus mendorong para anak muda untuk membuka dan menumbuhkan lapangan kerja dengan mengembangkan usaha kreatif.

“Karena itu, sekarang ini saya kalau diundang oleh anak-anak muda selalu datang,” kata dia.

Selain itu, Pemprov Kepri juga akan semakin mengintensifkan pendidikan keahlian bagi generasi muda Kepri. Nurdin sedang memprioritaskan pendidikan vokasi yang berkaitan dengan pariwisata.

Menurut Nurdin, potensi pariwisata di Kepri sangat besar. Jika potensi itu dijadikan peluang usaha, ia yakin bakal banyak terbuka lapangan kerja baru.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin