Home Kepulauan Riau

Distributor dan Pedagang Dilarang Naikkan Harga

67
Masyarakat berbelanja di Pasar Botania, Batam Kota. Jelang Natal dan Tahun Baru, distributor dan pedagang diingatkan agar tidak menaikkan harga terlalu tinggi.(F: Barakata.id)

Tanjungpinang – Distributor dan pedagang dilarang menaikkan harga kebutuhan pokok secara tidak wajar selama Ramadan 1440 Hijriah. Jika bandel, pemerintah sudah menyiapkan sanksi pencabutan izin usaha.

“Kami akan memberi sanksi tegas kepada para distributor dan pedagang sembako (sembilan bahan kebutuhan pokok) yang nakal, salah satunya kami akan mencabut izinnya,” Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Burhanudin di Tanjungpinang, Rabu (8/5/19).

Burhanudin mengatakan, pemerintah bertugas memastikan harga sembako dalam kondisi stabil. Selain itu, persediaan barang-barang kebutuhan pokok juga harus mencukupi hingga setelah Idul Fitri 1440 Hijriah.

“Kalau ada temuan atau pedagang yang bermain-main untuk menambah keuntungan yang besar dari momentum ini, tentu kami tidak biarkan,” tegasnya.

Menurut dia, sejauh ini distribusi bahan kebutuhan pokok di wilayah Kepri berjalan lancar. Persediaan sembilan bahan pokok (sembako) yang berasal dari berbagai daerah itu mencukupi sehingga tidak terjadi kelangkaan.

Harga sembako maupun sayur-sayuran cukup terkendali, meski ada kecenderungan mengalami kenaikan. Jika kenaikan harga sembako tidak terkendali, maka akan dilakukan operasi pasar.

“Untuk stok sembako aman, sehingga yang perlu kita jaga kestabilan harga,” katanya.

Mengutip Antara, harga berbagai jenis sayur-mayur di Pasar Bintan Centre Tanjungpinang, sudah mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir.

Dona, salah seorang pedagang sayur-sayuran di Pasar Bintan Centre, menyebutkan kenaikan harga sayur-sayuran disebabkan persediaan terbatas.

“Beberapa kali gagal panen sehingga harga sayur tinggi sampai sekarang,” kata dia.

Dona menjual sayur bayam dengan harga Rp22 ribu per kilogram, naik Rp14.000 dibanding sebelum Ramadan. Sementara harga sawi Rp24.000/kg, naik 100 persen, sedangkan harga sayur kangkung naik dari Rp12.000/kg menjadi Rp20.000.

“Bayam, kangkung dan sawi berasal dari pertanian di Bintan,” katanya.

Dona menyampaikan, harga cabai merah juga tinggi sejak beberapa hari lalu. Harga cabai merah bertahan Rp58.000/kg, sementara sebelum Ramadhan hanya Rp40.000/kg.

Cabai kering dijual Rp58.000/kg, naik sekitar 30 persen.

“Yang parah itu harga cabai rawit Rp64.000/kg. Kalau dijual eceran Rp10.000/ons,” ujarnya.

Mitigasi Inflasi

Terpisah, Wakil Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kepri, Fadjar Majardi mengatakan, pihaknya saat ini sedang fokus pada mitigasi risiko inflasi selama Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah. Mitigasi risiko selama Ramadhan dan Idul Fitri dilakukan untuk mengendalikan inflasi pada Mei 2019.

TPID merekomendasikan sejumlah langkah untuk mengendalikan inflasi. Pertama, meningkatkan koordinasi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten kota se-Kepri, dan pihak-pihak terkait untuk mengantisipasi peningkatan permintaan selama Ramadhan dan Idul Fitri.

Kedua, melaksanakan pemantauan harga secara berkala untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan makanan serta menghindari penimbunan yang dapat memicu peningkatan harga selama Ramadhan.

Fadjar mengatakan, TPID juga melaksanakan operasi pasar melalui Rumah Pangan Kita untuk mendukung keterjangkauan harga di seluruh Kepri. Selain itu, TPID juga memfasilitasi pelaksanaan pasar murah atau pasar tani bersama instansi terkait serta pelaku usaha/distributor sebagai langkah pemenuhan pasokan komoditas strategis selama Ramadan dan Idul Fitri.

“Lalu, meningkatkan koordinasi dengan kantor cabang maskapai penerbangan sebagai langkah pengendalian kenaikan tarif angkutan udara menjelang Hari Raya Idul Fitri,” kata dia.

Menurut dia, hal itu perlu dilakukan karena tarif angkutan udara menjadi penyumbang inflasi dalam beberapa waktu terakhir. Sedangkan untuk memastikan kelancaran distribusi barang, khususnya bahan makanan, TPID melakukan koordinasi dengan pelabuhan dan operator penyeberangan.

TPID juga meminta pihak terkait menyampaikan informasi terkait perkembangan persediaan bahan pangan serta kebijakan pemerintan dalam mengelola ketersediaan bahan pangan kepada masyarakat.

Informasi itu perlu dilakukan agar masyarakat dapat mengelola ekspektasi inflasi selama Ramadhan dan Idul Fitri.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin