Home Warta Ekonomi

Investor Masih Percaya Batam

329
Tulisan Welcome to Batam terlihat dari perairan di kawasan Batam Centre. Tahun ini Batam masuk menjadi finalis Kota Cerdas.

Batam – Batam masih menjadi salah satu daerah tujuan utama investasi di Indonesia. Upaya pemerintah terus memberi kemudahan dan jaminan keamanan dianggap mendukung kepercayaan investor tersebut.

Data Badan Pengusahaan (BP) Batam, sampai akhir Maret 2019, sudah ada empat perusahaan modal asing (PMA) yang masuk ke Batam dengan nilai investasi mencapai Rp691 miliar, dan menyerap 1.162 tenaga kerja. Keempat PMA itu adalah, PT Pegatron Technology Indonesia asal Taiwan dengan nilai investasi Rp560 miliar.

Kemudian, PT Sammyung Precision Batam, perusahaan gabungan dari Korea dan Singapura dengan nilai investasi Rp62,977 miliar lebih. Lalu, PT Simatelex Manufactory Batam yang merupakan perusahaan gabungan dari Tiongkok, Hongkong, Kanada dan Inggris.

Perusahaan yang bergerak di bidang industri peralatan listrik rumah tangga, industri peralatan elektrotermal rumah tangga ini menanamkan investasi senilai Rp45 miliar lebih. PMA keempat adalah PT Maruho Hatsujyo Batam, perusahaan gabungan dari Jepang dan Siangapura dengan nilai investasi Rp23 miliar lebih.

Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady mengatakan, PT Pegatron Technology Indonesia bergerak di bidang industri komputer, barang elektronik dan optik. Perusahaan ini menyerap tenaga kerja hingga 1.000 orang.

Adapun PT Sammyung Precision Batam bergerak di bidang industri semi konduktor dan komponen elektronik lainnya. Sedangkan PT Maruho Hatsujyo Batam bergerak di bidang industri barang dari kawat.

“Terakhir, ada perusahaan baru lain yang masuk yakni GR Enterprize yang berasal dari RRC bergerak di bidang industri pompa air,” katanya di Batam, Senin (22/4/19).

Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady

Selain investasi baru dari PMA, dunia investasi di Batam pada triwulan I 2019 juga diwarnai dengan perluasan usaha dari perusahaan lama. Mengutip Antara, Selasa (23/4/19), BP Batam mencatat ada enam perusahaan yang melakukan perluasan usaha.

Pertama, PT Ciba Vision Batam, perusahaan yang bergerak di bidang industri lensa kontak itu akan melakukan perluasan usaha dengan nilai investasi Rp11,9 miliar.
Perusahaan tersebut diperkirakan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 184 orang.

Kemudian PT Excelitas Technologies Batam, bergerak di bidang industri semi konduktor dan komponen elektronik lainnya, dengan nilai investasi Rp29 miliar. Perusahaan diprediksi akan menyerap tenaga kerja 140 orang.

Lalu ada PT Rubycon Indonesia yang memperluas usahanya dengan nilai investasi Rp89,154 miliar, dan akan menyerap 250 tenaga kerja. Perusahaan ini bergerak di bidang industri semi konduktor dan komponen elektronik lainnya.

PMA lain yang akan melakukan perluasan adalah PT NOK Asia Batam. Perusahaan yang begerak di bidang industri barang dan karet untuk keperluan industri kembali menanamkan modalnya Rp96,498 miliar dan menyerap 50 tenaga kerja.

Selanjutnya ada PT Siix Electronics Indonesia yang bergerak di bidang industri barang dan peralatan teknik/industri dari plastik. Perusahaan ini menanamkan kembali modalnya sebesar Rp689,014 miliar dengan prediksi merekrut 100 tenaga kerja baru.

Terakhir adalah PT Infineon Tecnologies Batam yang bergerak di bidang industri semi konduktor dan komponen elektronik lainnya. Dngan nilai investasi Rp884,443 miliar, perusahaan ini akan menyerap tenaga kerja hingga 1.000 orang.

“Total investasi perluasan usaha mencapai Rp1,8 triliun dan dapat menyerap tenaga kerja 1.724 orang dan ini cukup menggembirakan karena kepercayaan investor terhadap Batam sebagai wilayah investasi meningkat di kuartal pertama ini,” kata Edy.

Menurut Edy, selama Januari hingga Maret 2019, ada penambahan tenaga kerja sekitar 3.000 orang. Ia optimistis, kepercayaan investor terhadap Batam akan terus terawat sampai ke masa depan.

Lirikan Investor Dubai

Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam, Dwianto Eko Winaryo menambahkan, saat ini ada perusahaan asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) yang melirik Batam yakni Duwaya Investment Group. Perusahaan ini bergerak di bidang investasi, konstruksi, perdagangan oil and natural gas project.

Menurut Dwianto, manajemen Duwaya Investment sudah menyatakan siap membuka kantor perwakilan di kota yang berbatasan langsung dengan negara Singapura ini.

Ketertarikan investor Dubai itu disampaikan pada kegiatan Annual Investment Meeting (AIM) 2019 di UEA yang berlangsung Senin hingga Rabu (8-10/4/19). AIM diikuti 140 negara yang bertujuan untuk melakukan eksplorasi inovasi terbaru dari Foreign Direct Investment (FDI).

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin