Home Warta Arena

Premier League: End Game

Pertarungan Terakhir Manchester City dan Liverpool, Menang atau Meradang

180

Batam – Dua partai ‘final’ akan tersaji di pekan ke-38 Premier League 2018/2019, Minggu (12/5/19) pukul 21.00 WIB. Dua tim, Manchester City dan Liverpool akan berhadapan dengan lawan masing-masing untuk menentukan siapa yang layak menyandang status jawara Liga Inggris.

Permainan terakhir atau laga pamungkas itu akan menunjukkan kepada dunia, siapa yang menang atau meradang. Dua tim sama-sama wajib menang. Situasi sedikit berbeda bagi Liverpool, kemenangan mereka akan terasa hambar jika di tempat lain Manchester City juga menang.

Manchester City, sang pemuncak klasemen akan bertandang ke markas Brighton & Hove Albion. Sedangkan Liverpool yang berada di posisi kedua akan menjamu Wolverhampton Wanderes.

Saat ini, antara Manchester City dan Liverpool hanya terpaut satu poin. The Citizens mengumpulkan 95 angka, sementara The Reds punya 94 angka.

Pasukan Pep Guardiola akan meladeni Brighton yang sudah tanpa beban. The Seaguls, julukan Brighton, yang sudah pasti lolos dari ancaman degradasi diprediksi akan bermain tanpa beban sehingga bakal merepotkan The Citizens. Karena itu, Sergio Aguero dkk harus waspada.

Di atas kertas, skuat Manchester Biru jelas lebih mentereng dibanding skuat Brighton. Apalagi, pada empat pertandingan terakhir di semua ajang, mereka tak pernah kalah dari sang tamu.

Torehan gol Aguero dkk ke gawang Brighton pun cukup apik. Mereka mampu mengemas delapan gol alias rata-rata dua gol di setiap laga, dan hanya kemasukan satu.

Namun, meski diunggulkan dalam pertandingan itu, Pep Guardiola tetap merasa was-was. Ia sudah mewanti-wanti pasukannya agar bermain tenang dan tidak panik.

Sebab, jika mereka sampai terpeselet bermain imbang apalagi kalau kalah, sementara Liverpool berhasil memenangkan laga atas Wolves, siap-siaplah Rahem Sterling cs melepas gelar juara Liga Inggris yang mereka raih musim lalu.

Diprediksi, Manchester City dan Liverpool akan sama-sama menang di pertandingan terakhir mereka nanti malam. Tapi, sepakbola selalu punya kejutan. Itu yang membuat olahraga ini sangat enak ditonton, dan mampu menyihir miliaran manusia di muka bumi ini.

Adu Mental Dua Pelatih

Jurgen Klopp dan Pep Guardiola (F: ESPN)

Menjelang laga penentuan nanti malam, kedua pelatih yakni Pep Guardiola di kubu Manchester City dan Jurgen Kloop di sisi Liverpool sudah menyebar tekanan baik kepada anak asuhnya maupun tim calon lawan mereka.

Jurgen Klopp. Komandan Liverpool itu berharap para pemain Brighton bisa melakukan sesuatu yang besar untuk membuat Manchester City terpeleset. Ia memuji permainan anak-anak Brighton, apalagi jika tampil di depan pendukung sendiri.

“Kami akan melihat apa yang dilakukan Brighton. Semua orang berpikir kami akan mengalahkan Wolves dan dari yang saya dengar, semua orang juga yakin Man City akan mengalahkan Brighton, tetapi saya kira Brighton sudah pernah menunjukkan reaksi mengejutkan saat melawan Arsenal,” kata Klopp kepada Sky Sports.

“Saya percaya Brighton bisa memainkan sepak bola apik. Mereka tahu ketika melawan Manchester City mereka harus banyak bertahan. Itulah, tidak ada yang pasti dalam sepakbola, apapun bisa terjadi,” kata dia.

Jurgen Klopp juga tidak mau mencari-cari dalih ketika pada akhirnya Liverpool gagal jadi juara. Ia mengaku tetap akan menyaksikan gelar juara Manchester City dengan kepala tegak dan mengucapkan selamat pada rival mereka itu.

“Tentu saja selamat untuk musim yang luar biasa, itu benar-benar impresif,” ujar Klopp ketika ditanya bagaimana reaksi Liverpool jika Man City yang jadi juara.

“Mereka terinspirasi oleh kami, kami terinspirasi mereka, itulah yang terjadi. Mereka benar-benar tepat sasaran, kami juga demikian, jadi kita lihat saja pada akhirnya. Bagaimanapun perbedaannya akan sangat tipis. Itu sudah kami terima sejak lama,” kata dia.

Pep Guardiola. Bos Manchester City ini sadar kalau timnya bakal jauh lebih tertekan dibanding Liverpool pada laga terakhir nanti malam. Karena itu, ia meminta anak-anak asuhnya harus bermain sekuat tenaga, dan berusaha menang dengan mencetak banyak gol.

“Tekanan itu pasti ada, tapi itu bagus. Kami bermain untuk sesuatu yang unik, untuk menjuarai Premier League. Menjuarainya sekali seumur hidup sudah sulit, bayangkan dua kali beruntun,” kata dia.

“Para pemain harus merasakan tekanan itu, harus grogi, harus tahu bahwa laga itu akan sulit. Saya katakan, pergilah bermain, tampil agresif, fokus di setiap departemen, dan berusaha mencetak gol sebanyak mungkin,” sambungnya.

Guardiola mengakui tekanan saat berada di puncak klasemen jauh lebih tinggi, tetapi itulah yang diinginkan mereka. Ia lebih senang jadi tim yang dikejar daripada jadi pengejar.

Menurutnya, berada di posisi dikejar membuat timnya bisa menentukan nasib mereka sendiri.

“Ketika kami tertinggal tiga poin dari Liverpool, orang-orang berkata bahwa mengejar mereka lebih baik. Tidak, lebih baik jadi yang memimpin sebab segalanya berada di tangan anda sendiri.”

“Kami telah memenangkan 13 pertandingan terakhir, jadi kami layak berada di posisi ini, dan kami akan mempertahankannya,” sambung dia.

Peluang Juara Liverpool

Persaingan merebut juara Liga Inggris antara Manchester City dan Liverpool harus ditentukan hingga pekan terakhir. (F: Clive Brunskill/Getty Images)

Liga Inggris musim kompetisi 2018/2019 memang sangat ketat. Penentuan juara harus ditentukan hingga “keringat terakhir” para pemain Manchester City dan Liverpool.

Tidak ada yang tidak mungkin dalam sepakbola. Keajaiban selalu saja terjadi. Liverpool masih punya peluang untuk merebut gelar juara dari tangan Manchester City.

Syaratnya, The Reds wajib menang dalam duel melawan Wolves, sedangkan di tempat lain Manchester City kalah atau seri dari Brighton.

Jika itu terjadi, maka Liverpool bisa meraih gelar ke-19 di Liga Primer dengan nilai 97, unggul dua atau satu poin dari Manchester Biru.

Selain ditentukan oleh skenario hasil akhir pertandingan di atas, penentuan juara Liga Inggris musim ini juga masih bisa terjadi lewat jalur playoff.

Itu akan terjadi jika poin, selisih gol, dan produktivitas gol kedua tim sama. Pasalnya, liga ini tidak mengenal head to head.

Dilihat dari statistik klasemen, Manchester City hingga pekan ke-37 sudah mencetak gol sebanyak 91 kali sedangkan Liverpool 87 kali. Selisih gol keduanya adalah 4 gol.

Kemungkinan playoff bisa terjadi jika dalam pertandingan melawan Brighton, The Citizens kalah 0-4. Sementara di pertandingan lain, Liverpool bermain imbang 4-4 saat menjamu Wolves.

Dari hasil itu, maka perolehan poin kedua tim menjadi sama-sama 95, selisih gol sama plus 65 dan produktivitas gol keduanya juga sama-sama 91. Jika skenario ini yang terjadi, maka Liverpool akan memaksa gelar juara diperebutkan dalam “duel final”.

Liverpool bisa menjadi juara Liga Inggris 2018/2019 jika sukses mengandaskan Manchester City di babak playoff.

Memang, kemungkinan untuk terjadi playoff terbilang kecil. Namun sekali lagi, tak ada yang mustahil dalam sepakbola.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin