Sementara itu, satu dari tiga anak buah Pak Haji yang diduga ikut tertembak oleh oknum petugas Bea Cukai yakni Bahar. Dia merupakan tekong speedboat yang ditumpangi bosnya.
Saat peristiwa berdarah itu, Bahar diduga terkena tembakan dari oknum petugas BC di bagian kepala.
Ia sempat di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah Daud Arief Kuala Tungkal. Namun kondisi Bahar kritis, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Erni Medika Kota Jambi.
Baca Juga :
Sekitar 5 hari Bahar dirawat di RS Erni Medika. Namun Tuhan berkata lain. Bahar dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (19/1/21).
Adapun Haji Permata tewas tertembak pada Jumat (15/1/21) pukul 04.00 WIB subuh di wilayah perairan Tembilahan, Inhil, Riau. Pria berusia 70 tahun itu tumbang dan meninggal seketika, setelah peluruh senjata milik BC menembus dadanya.
Baca juga:
Dia berhadapan dengan petugas Bea dan Cukai di perairan Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Tokoh masyarakat yang dikenal dermawan itu mengalami luka sejumlah tembakan di dadanya.
Setelah kejadian itu, pihak keluarga yang tak terima dengan tindakan Bea Cukai, lalu membuat laporan Polisi ke Polda Kepri. Kasus ini kemudian dilimpahkan Polda Kepri kepada Polda Riau terhitung 18 Januari 2021.
*****
Editor: Ali Mhd














![[Video] Detik-Detik Ledakan Bom Katedral Makassar Gambar Ledakan Bom di Gereja Katedral Makasar](https://barakata.id/wp-content/uploads/2021/03/Gambar-Ledakan-Bom-di-Gereja-Katedral-Makasar-180x135.jpg)
![[VIDEO] Jenazah Haji Permata Tiba di Pelabuhan, Disambut Isak Tangis Warga Haji Permata](https://barakata.id/wp-content/uploads/2021/01/maxresdefault-1-180x135.jpg)












