Home Warta Nusantara

Pesta Nikah Berakhir Tragis, Keluarga Direnggut Covid-19

67
Ilustrasi. Sebuah pesta pernikahan di Semarang tak mengikuti protokol kesehatan, keluarga pun meninggal direnggut Covid-19. (F: Wikimedia)

Barakata.id – Sebuah acara pernikahan di Semarang, Jawa Tengah berakhir tragis. Beberapa keluarga mempelai meninggal karena Covid-19. Banyak diantara peserta yang hadir di acara itu terkonfirmasi positif Covid-19 setelah dilakukan tracing.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihardi mengatakan acara pernikaha itu tak sesuai protokol kesehatan, karena yang hadir lebih dari 30 orang. Banyaknya yang terkonfirmasi positif Covid-19 membuat acara pernikahan itu klaster baru di Semarang.

“Kemudian muncul kabar ibu manten meninggal, bapak manten sakit keras, kritis positif Covid-19, anaknya atau adiknya manten meninggal,” kata Hendi, sapaan akrabnya di Balai Kota Semarang, Sabtu (20/6/20) seperti dilansir dari laman Detik.

Baca Juga:
Hadiri Pesta Pernikahan, 37 Tamu Positif Corona

Hendi mengatakan awalnya ditemukan lima orang positif Covid-19 di pesta pernikahan itu. Setelah tracing diperluas ternyata banyak yang terinfeksi. Tak hanya anggota keluarga, takmir masjid tempat acara diselenggarakan juga terpapar Covid-19.

“Ternyata takmir di masjid dari 9 ada 5 positif, tracing ke keluarganya ada yang positif,” sambungnya.

Pesta pernikahan itu disebut Hendi menyumbang lonjakan kasus positif Covid-19 di Semarang. Dia pun mewanti-wanti agar masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan. Sehingga kejadian serupa tak terulang.

Baca Juga:
Jaga Jarak Turunkan Risiko Penularan Covid-19 Hingga 85 Persen

Kementerian Agama sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran (SE) tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah Dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid di Masa Pandemi. Dalam SE tersebut, juga mengatur tentang kegiatan pertemuan masyarakat, salah satunya pernikahan atau perkawinan.

SE Nomor 15 Tahun 2020 itu berisi 6 poin aturan lengkap soal kegiatan keagamaan di rumah ibadah menjelang new normal. Terkait akad, ada di poin keenam. Isinya yaitu, memastikan semua peserta yang hadir dalam kondisi sehat dan negatif Covid-19, membatasi jumlah peserta yang hadir maksimal 20 persen dari kapasitas ruang dan tak boleh lebih dari 30 orang. Kemudian pertemuan juga dilaksanakan dengan waktu seefesien mungkin.

Kegiatan akad nikah di rumah ibadah pun sebenarnya dimungkinkan apabila rumah ibadah tersebut aman dari Covid-19.

****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin