Beranda Urban Nusantara

Pasca-Bentrok TNI-Polri di Taput, Komandan Kompi Diganti

249
0
DPRD Batam
Bentrok TNI-Polri
Danyon Batalyon Infanteri 123/Rajawali memimpin serah terima jabatan Komandan Kompi A 123/Rajawali di Lapo Gambiri, Tapanuli Utara, Sabtu (29/2/2020). Serah terima jabatan dilakukan paska terjadinya bentrok antara TNI-Polri di Jalinsum Tarutung-Sipirok, Pahae Jae, Tapanuli Utara, Kamis (27/2/2020).(Instagram @yonif123rajawali)

Menurut informasi, bentrokan tersebut berawal selisih paham antara Kapolsek Pahae Jae Polres Tapanuli Utara AKP Ramot S Nababan dengan Komandan Kompi (Danki) A Batalyon Infanteri 123 Rajawali, Kapten Infanteri Ridwan.

Perselisihan keduanya terjadi saat Ridwan diduga berusaha lewat menembus kemacetan akibat ada kecelakaan sebuah truk fuso.

Ikuti saluran Barakata.id di WhatsApp klik disini

Saat itu, Ramot yang sedang berusaha mengatur lalu lintas, menegur Ridwan. Keributan antara keduanya pun akhirnya tak terhindarkan.

Saat adu mulut itu terjadi, sejumlah anggota Babinsa dari Koramil yang ada di lokasi sudah berusaha melerai. Keributan pun mereda.

Namun, tak berapa lama, datang sejumlah orang diduga oknum anggota TNI. Keributan kembali pecah.

Baca Juga :
Bentrok TNI dan Polri di Maluku, 4 Terluka, Asrama Polisi Rusak

Akibatnya, sejumlah polisi dan warga mengalami luka-luka.

Menurut informasi yang dihimpun, korban luka antara lain Kapolsek Pahae Jae Polres Tapanuli Utara AKP Ramot S Nababan dan tiga personelnya, Aipda David Marganti Simatupang, Brigadir Dodi Sianturi, dan Brigadir Ricardo Sitompul.

Lalu ada satu polisi dari Resor Tapanuli Selatan ikut menjadi korban akibat bentrokan tersebut.

Begitu juga dengan dua personel dari Kepolisian Resor Tapanuli Selatan, Kapos Lantas Polsek Sipirok Ipda Bangun Siregar, Aiptu Velberik Sitompul, dan satu warga yang kebetulan sedang melintas.

Setelah bentrok, sejumlah orang yang diduga oknum TNI kemudian meninggalkan lokasi dan kembali ke arah Tarutung.

Namun, di tengah perjalanan, tepatnya di depan Mapolsek Pahae Julu, mereka turun dan merusak markas polisi sektor.

Pascakejadian itu, aparat TNI dari Koramil Pahe Jae dan Pahae Julu melakukan pengamanan dan penjagaan di Mapolsek Pahae Jae dan Pahae Julu

Dandim 0210/TU Letkol Czi Roni Agus Widodo melalui Pasintel Kapten Ctp Sodogoron Situmorang juga mencabut izin keluar prajurit untuk sementara waktu.

“Semua prajurit diam di Batalyon, tidak boleh keluar barak dan izin keluar dicabut, sementara,” katanya.

Baca Juga :
TNI Siaga 24 Jam di Natuna, Nelayan Tak Takut Lagi Melaut

Dikonfirmasi terpisah, Kabag Humas Polres Tapanuli Utara Walpon Barimbing mengatakan, mediasi sedang berlangsung dan kedua belah pihak sudah saling bermaaf-maafan.

“Intinya sudah terjadi mediasi dan diambil jalan terbaik dalam hal ini TNI Polri sudah saling bermaaf-maafan,” ujarnya.

Senada dengan Walpon, Situmorang juga menjelaskan, masalah tersebut telah diselesaikan secara baik-baik.

“Kondisi saat ini sudah kondusif dan aman terkendali,” ujar Pasintel Situmorang.

*****

Sumber : Kompas.com