Home Kepulauan Riau Batam Pakai Teknologi Proliga, Petani Setokok Panen Cabai 20 Ton

Pakai Teknologi Proliga, Petani Setokok Panen Cabai 20 Ton

55
Teknologi Proliga
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad (kanan) ikut panen perdana cabai merah di lahan pertanian Setokok dengan teknologi Proliga, Kamis (25/3/21). (F: barakata.id)
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id, Batam – Teknologi Produksi Lipat Ganda (Proliga) yang diterapkan petani di Setokok, Kota Batam sukses. Mereka melakukan panen perdana cabai sebanyak 20 ton di lahan satu hektare, Kamis (25/3/21).

Proliga merupakan program sinergi peningkatan hasil pertanian, khususnya cabai merah di Batam antara Bank Indonesia (BI) dengan Pemko Batam melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) serta Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kepulauan Riau (Kepri).


Kepala BI Perwakilan Provinsi Kepri, Musni Hardi K. Atmaja berharap keberhasilan dan kesuksesan metode proliga di Kelompok Tani Maju Mandiri dapat direplikasi oleh kelompok tani yang lain.

BACA JUGA : Pulau Galang Batam Akan Dijadikan Kota Industri Maritim

“Untuk itu pada kegiatan ini kami undang beberapa kelompok tani hingga dari Nongsa. Para kelompok tani ini mengikuti sekolah lapangan agar dapat sharing informasi seputar Proliga,” katanya saat ikut panen perdana itu.

Musni mengungkapkan alasan dipilihnya cabai merah sebagai target program ini di Batam. Menurut dia, cabai merah merupakan salah satu komoditas yang menyumbang inflasi di Kota Batam.

“Untuk itu kami bantu meningkatkan produksinya supaya mengurangi inflasi dari cabai,” kata dia.

Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota, Batam Amsakar Achmad menyambut baik penerapan teknologi Proliga ini. Menurut dia, pada prinsipnya Pemko Batam mendukung dan mengapresiasi inovasi di sektor pertanian tersebut.

Dengan teknologi tersebut, produksi cabai merah menjadi meningkat. Dari yang biasanya 18 ton per hektar meningkat menjadi 20 ton per hektar, dengan kata lain naik 11 persen.

“Meningkatnya produksi tentu dapat berimpilikasi pada kesejahteraan masyarakat serta mampu menekan inflasi di daerah,” kata Amsakar yang ikut acara panen perdana di Setokok itu.

BACA JUGA : Pjs Gubernur Kepri: Kita Harus Bangga dan Menghormati Petani

Kini Proliga menjadi percontohan dan diterapkan di area garapan Kelompok Tani Maju Mandiri di Setokok. Amsakar berharap metode ini menjadi referensi bagi kelompok tani yang lain dalam rangka meningkatkan produktivitas taninya.

“Proliga ini memberikan harapan yang besar bagi peningkatan sektor pertanian,” kata dia.

Sembari meningkatkan produksi (hulu), Amsakar sepakat atas rencana DKPP Kota Batam mendorong koperasi ataupun badan usaha terkait penjualan hasil panen di sektor hilir.

“Dengan hadirnya koperasi atau badan usaha, harga tentu tidak bisa dimainkan oleh pihak yang bermain di ranah ini,” ujarnya.

Dalam praktiknya, teknologi proliga cabai di antaranya memperhatikan penggunaan varietas unggul, pemangkasan pucuk yang dimaksudkan agar tanaman memiliki banyak cabang. Kemudian, ditanam secara zigzag agar mendapatkan suplai matahari yang cukup.

BACA JUGA : Apri Sujadi Ingin Kembangkan Petani Milenial di Bintan

Dalam laporannya, Kepala DKPP Batam Mardanis berharap produksi cabai merah di Batam dapat mengikuti keberhasilan produksi cabai hijau. Ia memaparkan, produksi cabai hijau lokal mampu memenuhi kebutuhan pasar.

“Harga cabai hijau di Batam sekarang berkisar Rp 23 ribu hingga Rp 25 ribu perkilogram. Ini berbeda ceritanya saat dulu produksi cabai hijau kurang di Batam, yang harganya pernah tembus Rp 40 ribu perkilogram,” ungkapnya.

Selain panen perdana, rangkaian kegiatan juga meliputi penyerahan program sosial Bank Indonesia berupa traktor dan alat pendukung kepada kelompok Tani Maju Mandiri Setokok. Wakil Wali Kota Batam dipercaya menjadi orang pertama yang menghidupkan traktor tersebut.

*****

Editor : YB Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin