Home Warta Ekonomi

NASI.id, Berbagi di Masa Pandemi

244
Nasi.id
Kemasan nasi seharga Rp5.000 dari nasi.id. (F: Asrul Rahmawati/barakata.id)

Barakata.id, Batam- Banyak cara untuk berbagi di masa pandemi Covid-19 ini. Lewat makanan salah satunya. Berawal dari tertundanya launching bisnisnya di Jakarta, dua pengusaha Batam, Azhari Coffee Hasibuan dan Ilham malah mendirikan NASI.id.

“Waktu itu mau puasa, kami mikir bagusnya bikin apa, kan bosan kalau di masa lockdown nggak ngapa-ngapain di rumah,” kata Azhari, Pemilik Zarri Coffee, Cafe Consultant & Contractor, Jumat (29/05/2020).

Lalu terbersitlah ide untuk jualan nasi seharga Rp5000. Nasi itu lalu dibagi-bagikan kepada masyarakat di Batam yang terkena dampak covid 19.

Baca Juga :
Pemko Batam Perpanjang Belajar di Rumah Sampai 13 Juli 2020

Awalnya mereka berdua yang memproduksi lalu membagi-bagikannya sendiri. Namun, berkat update status di media sosial banyak teman dan kenalan yang ingin ikut.

Ada yang membeli 20 kotak, 100 kotak, 200 kotak sampai 1.000 kotak. Kemudian para pemesan ini meminta mereka yang mendistribusikan nasinya.

“Dari awal Ramadan sampai akhir Ramadan donatur selalu ada, tak hanya dari Batam, tapi juga dari Malaysia dan Singapura,” ujarnya.

Paket Nasi.id
Paket Nasi.id yang dijual seharga Rp10.000. (F: Asrul Rahmawati/barakata.id)

Untuk pendistribusian nasi kepada yang membutuhkan, nasi.id bekerja sama dengan beberapa komunitas dan relawan. Ada Komunitas Batam Di Rumah Aja, juga Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Meski harganya Rp5.000, paket nasi-nasi itu dikemas dengan elegan. Setiap kemasan nasi.id berupa nasi putih dan lauk ayam, ikan, atau telur. Selain yang harga Rp5.000, nasi.id kemudian mengeluarkan juga nasi yang harga Rp10.000. Isinya lebih banyak, lauknya juga dua macam per kotak.

“Memang tak ada untungnya dari harga tersebut, kalau pun ada paling Rp 1.000 tiap kotaknya. Itu juga untuk bayar listrik dan yang masak,” kata dia.

Nasi.id memberdayakan ibu-ibu rumah tangga untuk memasak. Upahnya Rp100 ribu per hari. Lumayan bisa untuk bantu-bantu para suami, demikian kata Azhari.

Lelaki yang telah lama menggeluti dunia bisnis ini mengaku secara ‘bisnis’ memang NASI.id tidak menguntungkan. Bahkan sempat juga nombok di awal-awal.

“Tapi ya anggap saja yang nombok itu sedekah. Kan sedekah itu kalau ada duit sedekah duit, kalau nggak ada ya sedekah pikiran, waktu atau tenaga. Kalau tak bisa juga semuanya ya sedekah dengan doa. Daripada stres mikirin covid 19 kan,” kata dia.

Ke depan, nasi.id akan tetap berproduksi. Meski nantinya pandemi berakhir.

Setidaknya NASI.id memberikan solusi makanan dengan harga murah namun rasa dan kemasan yang tidak murahan. Setelah lebaran ini nasi.id akan menggandeng mitra. Kedai-kedai di pinggir jalan atau warung-warung kecil.

Baca Juga :
Pariwisata Batam Siap Bangkit di Era New Normal

Mitra akan dibayar Rp300 ribu per bulan. Hasil penjualan NASI.id tiap hari akan tetap disetorkan ke nasi.id untuk diputar jadi modal produksi.

Para mitra ini juga berkesempatan diumrohkan gratis, serta mendapat hadiah menarik tiap bulan.

“Nanti setelah kondisi aman, kami harus kembali mengurus bisnis masing-masing. Yang paling dekat ya itu tadi pralaunching Barli Cake-nya Bang Ilham di Jakarta. Tapi nasi.id akan tetap jalan. Nanti ada kawan di Batam yang mengurusnya,” pungkasnya.

*****

Penulis : Asrul

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin