Home Nusantara DPRD Blitar Bentuk Pansus, Apa Alasanya

DPRD Blitar Bentuk Pansus, Apa Alasanya

106
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar Mujib SM. (Foto : istimewa)
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id, Blitar (Jatim) – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar Mujib SM, meminta kepada masyarakat agar saling membantu dalam support moral, terkait rencana DPRD membentuk panitia Khusus (Pansus) PT Greenfields Indonesia.

Dimana, kata Mujib, rencana ini merupakan tindaklanjut dari apa yang telah dilakukannya dalam menyikapi masalah pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh perusahaan tersebut.


“Berkaitan dengan hal ini, dewan tidak menutup mata dan telinga. Berbagai upaya telah kita lakukan. Mulai mediasi, hearing, sidak lapangan, serta di dalam rapat sudah kita sampaikan rekomendasi kepada PT Greenfields Indonesia (GI) dan pemerintah. Akan tetapi, ternyata perusahaan tersebut tidak ada upaya yang kongkrit untuk menangani persoalan limbahnya,” ungkap Mujib, kepada barakata.id melalui whatsapp, pada Rabu (4/8/2021).

Baca Juga :

Ia juga mengatakan, pembentukan Pansus bukan berati DPRD anti investasi. Justru,  Pansus akan memberikan jaminan kepada investor untuk mengembangkan investasinya di kabupaten Blitar dengan rasa aman dan nyaman.

Selain itu, dengan adanya investor masuk ke wilayah, diharapkan ada dampak positif. Seperti adanya multi efek terhadap kemajuan, peradaban, ekonomi, terserapnya tenaga kerja maupun CSR (Corporate Social Responsibility) bagi masyarakat kabupaten Blitar khususnya.

“Hal inilah yang melatar belakangi kenapa dewan tidak melarang masuknya investor masuk ke kabupaten Blitar. Lalu, jika dalam perjalanannya harapan itu tidak sesuai harapan, bahkan muncul persoalan pelanggaran dalam pencemaran, maka fungsi kontrol inilah yang akan dilakukan oleh dewan,” terang Mujib.

Selanjutnya politikus Partai Gerinda ini mengatakan, dewan akan meningkatkan pengawasan atas kejadian ini dengan membentuk pansus, dimana ini adalah bagian dari upaya dewan agar ada rekomendasi tertulis terhadap persoalan pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah PT GI, bila perlu outputnya ada peraturan daerah (Perda) tentang investasi.

“Saya mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan oleh individu, lembaga, tokoh masyarakat dalam menyikapi pencemaran lingkungan PT GI dengan cara-cara yang baik dan tidak anarkis. Semoga upaya ini akan menggerakkan investor untuk membuka mata, telinga dan hati, agar segera mengelola limbahnya dengan benar,” pungkasnya.

Penulis : Achmad Zunaidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin