Home Nusantara Akibat Tetap Buang Limbah ke Sungai, PT Greenfields Terancam Ditutup

Akibat Tetap Buang Limbah ke Sungai, PT Greenfields Terancam Ditutup

252
Sungai yang tercemari limbah kotoran sapi milik PT Greenfields.(foto: achmad/barakata.id)
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id, Blitar (Jatim) – Fakta lapangan menunjukan bahwa PT Greenfields Farm yang ada di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, tidak taat aturan.

Dimana, setelah adanya peringatan dari pemerintah daerah (Pemda) setempat sebanyak tiga kali, serta hasil Sidak Wakil Bupati (Wabup) Blitar  Rahmat Santoso dan anggota Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, pada Kamis (29/7) kemarin masih tetap membuang limbah kotoran sapinya di sungai melalui pipa yang tersembunyi.


Hal ini membuat aliran sepanjang sungai Genjong yang berada di Dusun Tlogosari, Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, tercemar. Sehingga, wargapun protes hingga menuntut ganti rugi melalui pengadilan. Karena sawah, ladang, kolam, serta air bersih yang dipergunakan kehidupan sehari-hari juga ikut tercemari.

Baca Juga :

>. PT Greenfields Indonesia Mangkir di Persidangan Perdana Dugaan Pencemaran Lingkungan

>. Bukan Kasus Perdata Biasa, Walhi Jatim Minta PN Blitar Tunjuk Hakim Bersertifikat LH

“Seperti yang rekan-rekan media saksikan sendiri kan, ternyata tidak ada tempat pengolahan limbah disini. Kotoran sapi dibuang semaunya oleh PT. Greenfield Farm 2 ke sungai,” ungkap Rahmad saat berada di lokasi pertenakan, Ex perkebunan Pijiombo.

Dari hasil penelusurannya, Rahmat Santoso mengancam akan segera menutup perusahan tersebut jika tidak segera membenahi sistem instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang dinilai sembrono dalam mengolah limbah kotoran sapinya.

“Ada 3 titik saluran limbah yang kita temukan dalam sidak ini. Semua bukti foto dan video lengkap. Ini kelihatan kan sewaktu-waktu bisa dibuka dan dialirkan langsung ke sungai,” kata Wabup.

Hal senada juga di ungkapkan Kinan, salah satu warga setempat yang mengetahui seluk beluk proses pembuangan limbah dari PT Greenfields ke sungai saat mendampingi tim Sidak ke lokasi pembuangan.

Ia mengatakan, kalau pembuangan dilakukan di dua tempat. Yakni ada di atas, di seputaran perkebunan dan di bawah, yang dialirkan ke sungai disaat malam hari.

“Jadi sumber pencemaran ada dua, selain saluran yang langsung dibuang ke saluran alam (sungai) dan limbah yang dialirkan ke perkebunan ketika hujan hanyut terbawa air,” beber Kinan.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, Sugiarto mendukung langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar dengan menjadikan bahan temuan di lapangan untuk memperkuat pembentukan Pansus Greenfields oleh dewan.

Selain itu, kata Sugik panggilan akrapanya, juga mendukung langkah Pemkab Blitar untuk menutup sementara PT Greenfields, karena proses peringatan sudah dilakukan dan juga sudah diberikan kelonggaran, namun masih bangkang.

“Jadi masalah ini perlu ada tindakan tegas. Sehingga, bisa memberikan dampak positif untuk daerah dan warga,” pungkasnya.

Reporter : Achmad Zunaidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin