Home Gaya Kesehatan Catat! Pertanyaan untuk Lansia Sebelum Divaksin Covid-19

Catat! Pertanyaan untuk Lansia Sebelum Divaksin Covid-19

114
Lansia Disuntik Vaksin
Ilustrasi. RSCM melakukan vaksinasi perdana untuk dokter dengan usia di atas 60 tahun, Senin (8/2/21).(F: Kemkes.go.id)
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id- Orang lanjut usia (lansia) menjadi salah satu sasaran dalam vaksinasi Covid-19 tahap kedua. Orang yang masuk kategori lansia ini adalah yang berusia 60 tahun ke atas.

Lansia ini diprioritaskan karena memiliki risiko lebih tinggi untuk menjadi fatal. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi M.Epid mengatakan ada sekitar 21 juta orang di Indonesia yang masuk kategori ini.


Nadia mengatakan, prosedur vaksinasi untuk orang di atas usia 60 tahun ini berbeda dari vaksinasi pada umumnya.

Baca Juga:

“Penyuntikan vaksin Sinovac ini interval penyuntikan khusus lansia ini adalah 28 hari,” ujarnya, dikutip dari Covid-19.go.id, Jumat (19/2/21).

Selain mengenai interval penyuntikan, tahapan lain yang diberlakukan sama.

“Suhunya mesti 37,5 derajat celcius ke bawah dan tekanan darahnya tak boleh lebih dari 190/110 mmHg,” kata Nadia.

Selain memastikan kondisi fisik, sebelum divaksinasi lansia akan diberi beberapa pertanyaan yang wajib dijawab dengan jujur. Sebab hal itu merupakan wujud aspek kehati-hatian.

Ini dia beberapa pertanyaan yang akan diajukan sebelum divaksin.

Apakah mengalami kesulitan untuk naik 10 anak tangga?

Apakah sering merasa kelelahan?

Apakah memiliki minimal 5 dari 11 penyakit (Hipertensi, diabetes, kanker, penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke dan penyakit ginjal)?

Baca Juga:

Apakah mengalami kesulitan berjalan kira-kira 100 -200 meter?

Apakah mengalami penurunan berat badan yang bermakna dalam setahun terakhir?

Nadia mengatakan, jika ada tiga atau lebih pertanyaan itu yang jawabannya ‘ya’ maka vaksinasi tak dapat dilakukan. Sebab, pertanyaan-pertanyaan itu bertujuan untuk memberikan efek vaksin yang maksimal dan memperkecil risiko terjadinya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang serius.

***

Editor: Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin