Home Warta Ekonomi

BLT Pekerja Dihentikan, Ledakan PHK Ancam Buruh

85
BLT Pekerja
Presiden KSPI, Said Iqbal. (F: Tribunnews)

Barakata.id, Jakarta – Keputusan pemerintah tidak melanjutkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Pekerja dengan upah di bawah Rp5 juta disesalkan kalangan buruh. Penyetopan BLT Pekerja dianggap membuka peluang terjadinya gelombang PHK (Pemutusan Hubungan Kerja)

“Ke depan, KSPI memprediksi ledakan PHK jutaan buruh akan terjadi di semua sektor industri termasuk industri baja dan semen,” kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal di Jakarta, Selasa (2/2/21).

Menurut Iqbal, pemerintah sebaiknya melanjutkan program subsidi upah bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta ini. Kata dia, bantuan ini sangat membantu menjaga daya beli buruh. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 yang hingga kini belum ada kepastian kapan selesainya.

Baca Juga : Dear Buruh, Maaf Ya, BLT Gaji Pekerja 2021 Disetop

Iqbal juga berharap kepesertaan program ini diperluas, termasuk untuk buruh yang tidak terdaftar di dalam BPJS Ketenagakerjaan. Dengan demikian, akan semakin banyak buruh yang menerima subsidi upah tersebut.

Ekonom Indef, Bhima Yudistira pun menyayangkan keputusan pemerintah menyetop BLT Gaji Pekerja tahun ini. Pasalnya, saat ini Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masih tinggi.

“Tingkat pengangguran masih tinggi, sebaiknya subsidi upah justru dilanjutkan setidaknya sampai serapan tenaga kerja pulih,” ujarnya.

“Sekarang situasinya pemerintah masih berlakukan pembatasan sosial dan angka kasus harian cukup tinggi membuat masyarakat tahan belanja. Kalau pekerja tidak dibantu maka besar kemungkinan perusahaan terus lakukan PHK,” kata Bhima.

Selanjutnya, penganggguran tinggi

Dapatkan update berita setiap hari di Barakata.id. Yok! bergabung di Grup Telegram "KATA BARAKATA", caranya klik link https://t.me/SAHABATKATA, kemudian join. Juga ikuti Barakata.id di Google Berita. Lihat selengkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin