Home Warta Nusantara

Anji dan Hadi Pranoto Dilaporkan ke Polisi Terkait Klaim Obat Corona

399
Anji dan Hadi Pranoto
Hadi Pranto dan Anji dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait klaim obat Corona. (F: Instagram/duniamanji)

Barakata.id- Musisi Erdian Aji Prihantoro alias Anji dan Hadi Pranoto dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Pelaporan itu berkaitan dengan konten YouTube yang sempat trending beberapa waktu lalu.

Dalam unggahannya di akun YouTube Duniamanji, 31 Juli lalu, Anji berbincang dengan Hadi Pranoto yang disebut sebagai ahli mikrobiologi. Dalam sesi wawancara itu, Hadi mengklaim telah menemukan obat berupa antibodi Covid-19.

Konten itu yang diberi judul yang cukup bombastis, yaitu BISA KEMBALI NORMAL? OBAT COVID-19 SUDAH DITEMUKAN!! (Part 1). Namun, setelah memuncaki trending YouTube dalam negeri, pada Minggu (2/8/20) tayangan itu sudah hilang. Lewat unggahannya di Instastory, Manji mengatakan konten itu dihapus oleh pihak YouTube.

Baca Juga:
Pewarta Foto Indonesia Kecam Pernyataan Anji soal Foto Jenazah Covid-19

Keduanya dilaporkan oleh Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid. Laporan itu telah diterima kepolisian dengan nomor LP/4358/VIII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tanggal 3 Agustus 2020.

“Sudah resmi dilaporkan pada malam ini jam 18.30,” kata Muannas, Senin (3/8/20) dikutip dari detikcom.

Pasal yang dilaporkan yakni tindak pidana bidang ITE dan atau menyebarkan berita bohong Pasal 28 ayat 1 Jo Pasal 45A Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 14 dan 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP.

Ungkapan Anji terkait konten YouTubenya bersama Hadi Pranoto. (F: Insta Story/Duniamanji)

Dikutip dari CNNIndonesia, Muannas menyebutkan, ada beberapa pernyataan Hadi yang dianggap berbahaya dalam video tersebut. Salah satunya terkait biaya rapid dan swab tes dengan metode yang dia miliki, yakni digital technology. Metode itu dianggap lebih efektif dengan biayaa murah, hanya Rp10 ribu sampai Rp20 ribu.

Selain pernyataan itu, Hadi juga dilaporkan ihwal obat herbal untuk Covid-19. Menurut Muannas, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pun menyebutkan tak ada izin klinik untuk itu, dan Had juga tak terdaftar dalam database IDI.

Penyataan itu dikatakan Muannas berbahaya jika sampai dipercaya masyarakat. Salah satu potensi bahayanya adalah masyarakat tak lagi menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas.

Baca Juga:
Vaksin Covid-19 Buatan Dalam Negeri Diprediksi Siap Pertengahan 2021

Sementara itu, dilansir dari video detikcom, Hadi Pranoto mengatakan dia tak pernah mengklaim punya obat Corona. Tapi dia punya obat herbal antibodi Covid-19. Hadi menyebut IDI salah persepsi terkait herbal tersebut. Hadi juga membenarkan bahwa dirinya tak ada sangkut pautnya dengan IDI.

“Saya tak pernah bilang saya seorang dokter. Saya adalah orang yang punya kegiatan penelitian di bidang mikrobiologi, untuk penemuan tentang Covid-19 ini,” ujarnya.

Hadi mengaku tak keberatan dilaporkan ke polisi. Dia akan mengikuti aturan hukum yang ada. Hadi merasa tak berbohong dengan pernyataannya perihal obat herbalnya menyembuhkan pasien Covid-19.

“Penipuan dalam bentuk apa ya, saya ndak paham juga. Karena orang yang dikasih herbal ini setelah positif, itu sembuh semua,” ujarnya.

****

Editor: Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin