Home Warta Nusantara

40 Ribu Desa Bentuk Relawan Corona, Jutaan Orang Bergabung

27
Abdul Halim
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar memberi keterangan pers tentang pembentukan Relawan Desa Lawan Covid-19 di Media Centre Gugus Tugas Covid-19, Jakarta, Minggu (19/4/20). (F: barakata.id/IST)

Barakata.id, Batam – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mencatat lebih dari 40 ribu desa telah membentuk Relawan Desa Lawan Covid-19. Saat ini sudah lebih dari satu juta orang bergabung menjadi relawan.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar menyampaikan bahwa para relawan desa ini telah berperan aktif dalam pemantauan penyebaran virus corona di masyarakat.

Pembentukan Relawan Desa Lawan Covid-19 ini mengedepankan prinsip gotong royong dengan melibatkan warga desa dalam aktivitas maupun kegiatannya.

“Sekitar 42 persen desa di Indonesia telah melakukan aktivitas pemantauan pemudik,” ujar Abdul Halim saat konferensi pers di Jakarta, Minggu (19/4/20) dikutip dari laman resmi Gugus Tugas Covid-19 RI.

Menteri mengatakan, total warga pemudik yang telah terpantau tersebut tersebar di 31.615 desa. Di samping pendataan pemudik, Abdul Halim juga menyampaikan Relawan Desa juga telah menyiapkan ruang isolasi desa.

Baca Juga :
Pembatasan tentang Ibadah Ramadan Selama Corona, dari Sahur hingga Idul Fitri

Kemendes PDTT mencatat dari desa yang telah mendirikan ruang isolasi berjumlah 8.954 desa, dengan fasilitas lebih dari 35.000 tempat tidur. Ruang isolasi tersebut berada di balai desa, ruang pertemuan desa maupun gedung yang ada seperti PADU, sekolah maupun rumah penduduk yang dikosongkan.

“Ruang-ruang yang memang telah dipersiapkan dilengkapi fasilitas kamar mandi, air, listrik dan logistik,” kata Abdul Halim.

Sementara ini, per Minggu (19/4/20) ada sekitar 24.519 warga dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) yang tersebar di sejumlah desa di 17 provinsi.

Contohnya, Provinsi Jawa Barat 1.779 desa dengan 11.832 ODP, Riau 168 desa dengan 8.988, NTB 67 desa dengan 891, dan Bali 208 desa dengan 501.

Abdul Halim berharap Relawan Desa ini menjadikan desa lebih mandiri dalam menghadapi “perang” melawan virus corona. Ia berpesan agar desa lebih serius untuk mempersiapkan desanya dengan penyediaan fasilitas bagi warganya.

Baca Juga :
“Bayi Corona” Diprediksi Melonjak Usai “di Rumah Aja”

Kemendes PDTT mencatat 40.098 desa tersebar di 33 provinsi yang telah terbentuk Tim Relawan Desa Lawan COVID-19. Jumlah ini sekitar 53 persen dari total desa di Indonesia, sedangkan jumlah relawan sebanyak 1.089.923 orang.

Kampung Tua Teluk Mata Ikan
Warga mengecek suhu tubuh pengendara sepeda motor yang akan memasuki wilayah Kampung Tua Teluk Mata Ikan, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (15/4/20). (F: Teguh Prihatna/Barakata.id)

Di samping itu, desa telah memiliki panduan pencegahan sehingga membantu pelaksanaan di lapangan. Sejumlah aktivitas tercantum dalam panduan tersebut, seperti memberikan edukasi Covid-19 kepada masyarakat hingga penyiapan dan penanganan logistik terkait isolasi maupun logistik untuk kepentingan lainnya.

Relawan Desa ini beranggotakan kepala desa sebagai ketua, ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai wakil dan aparat desa serta berbagai tokoh sebagai anggota. Dalam pelaksanaan kegiatan, Babinkamtibmas, babinsa dan pendamping desa berperan sebagai mitra.

Relawan Desa juga memiliki tugas-tugas yakni mencegah dan menangani penyebaran virus corona, berkoordinasi intensif dengan dinas kesehatan, dinas pemberdayaan masyarakat desa dan badan penanggulangan bencana daerah.

Baca Juga :
FOTO Pesan Cinta dari Hotel di Batam untuk Para Pejuang Corona

Desa yang telah membentuk tim melakukan pengaktifan pos jaga gerbang desa yang berlaku 24 jam. Ini sangat berperan untuk mendata dan memeriksa tamu yang memasuki desa.

Pendataan tersebut meliputi kondisi kesehatan dan tempat domisili sebelum memasuki desa.

“Apabila mendapati warga dengan kondisi kurang sehat, relawan akan mencatat dan merekomendasikan warga tersebut untuk melakukan isolasi mandiri,” pungkas Abdul Halim.

*****

Editor : Yuri B Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin