Home Warta Ekonomi Tingkatkan Daya Beli Masyarakat, Presiden Jokowi: Beri UMKM Stimulus

Tingkatkan Daya Beli Masyarakat, Presiden Jokowi: Beri UMKM Stimulus

39
Stimulus UMKM
Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas membahas laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/11/20). (F: BMI Setpres)
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id, Jakarta – Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pemerintah akan terus mendorong dan memberikan stimulus bagi para pelaku UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) agar bisa terus bergerak di tengah pandemi Covid-19. Pemberian stimulus tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

“Dengan cara tersebut, konsumsi rumah tangga diharapkan akan semakin meningkat dan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas membahas laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/11/20).


Presiden mengatakan, pemberian stimulus bagi UMKM tersebut merupakan hal yang paling dibutuhkan saat ini dan harus menjadi fokus perhatian pemerintah.

“Yang paling dibutuhkan saat ini adalah meningkatkan konsumsi rumah tangga dengan mendorong usaha kecil, mikro, menengah, dan besar harus didorong untuk mulai bergerak,” ucapnya.

Baca Juga :

Jokowi menilai, realisasi anggaran untuk menjalankan kebijakan tersebut sejauh ini sudah berjalan dengan baik. Misalnya anggaran yang dialokasikan untuk pemberian bantuan modal kerja bagi pelaku usaha mikro sudah terserap hingga 79 persen.

Sementara bantuan bagi para pekerja terdampak pandemi yang berupa subsidi gaji juga sudah tersalurkan dengan baik. Hal itu dapat dilihat dari penyerapan realisasi anggaran yang telah mencapai 82 persen.

“Saya kira ini harus terus didorong agar bisa membantu meningkatkan daya beli masyarakat,” kata Presiden.

Jokowi pun meminta jajarannya untuk juga menaruh perhatian besar bagi penyediaan lapangan kerja. Di tengah kondisi pandemi saat ini, banyak pekerja yang kehilangan pekerjaannya dan membutuhkan lapangan pekerjaan baru sesegera mungkin.

“Berikan perhatian khusus untuk hal-hal yang berkaitan dengan pembukaan lapangan kerja,” ujarnya.

Keseimbangan penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi

Presiden Jokowi kembali menegaskan kepada jajarannya bahwa strategi penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional melalui kebijakan gas dan rem agar betul-betul dilakukan dengan seimbang.

Baca Juga :

Kebijakan mengatur keseimbangan tersebut dapat dirasakan dampaknya melalui berbagai indikator sebagaimana data terbaru yang diperolehnya.

“Per 22 November, rata-rata kasus aktif Covid di seluruh Tanah Air ini 12,78 persen. Angka ini lebih rendah dari rata-rata kasus aktif dunia yaitu sebesar 28,41 persen. Ini sudah baik,” ujarnya.

Tren rata-rata kesembuhan pasien Covid-19 secara nasional juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Saat ini, angka rata-rata kesembuhan berada di angka 84,03 persen yang jauh lebih baik dari angka rata-rata kesembuhan di tingkat dunia yang berada di angka 69,20 persen.

“Kemudian di bidang ekonomi, saya kira sudah saya sampaikan minggu lalu, tren di kuartal kedua dari minus 5,32 membaik di kuartal ketiga minus 3,49,” kata dia..

Kepala Negara meminta jajarannya untuk dapat terus memperbaiki hal tersebut agar baik penanganan di bidang kesehatan maupun pemulihan ekonomi dapat terus memberikan hasil yang lebih baik di waktu mendatang.

*****

Editor : YB Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin