Gaya Romantika Sakit Hati karena Putus Cinta, Bagaimana Cara Menyembuhkannya?

Sakit Hati karena Putus Cinta, Bagaimana Cara Menyembuhkannya?

23
Ilustrasi. Putus cinta sering membuat seseorang sakit hati berkepanjangan. (F: Shutterstock)

Barakata.id, Batam – Banyak yang bilang, lebih baik sakit gigi daripada sakit hati. Ungkapan itu menunjukkan bahwa hati yang tersakiti bisa lebih dalam membekas di jiwa seseorang.

Luka hati yang muncul karena kehilangan orang yang dicintai, tentu sangat tak sedap dirasa. Kalau bisa, semua orang tentu ingin hal itu tak terjadi kepadanya.

Ketia dia yang biasanya ada di samping kita, tiba-tiba sudah tak ada lagi, bisa membuat hati hampa. Banyak yang beranggapan, putus cinta berarti akan kehilangan separuh jiwa.

Baca Juga : Mimpi Selingkuh atau Diselingkuhi, Apa Artinya?

Menyembuhkan hati yang tersakiti, terkadang butuh waktu yang cukup lama. Bahkan, dalam beberapa kasus, putus cinta dapat menyebabkan seseorang depresi dan mampu berbuat nekat.

Karena itu, bagi kamu yang saat ini sedang merasa sedih karena putus cinta, sebaiknya tidak membiarkan suasana itu larut terllau lama.

“Hidup masih panjang, dunia tak selebar daun kelor,” kata petuah dari nenek moyang kita dulu.

Kamu harus segera mengambil tindakan untuk menyembuhkan luka hati itu. Memang tak mudah, tapi juga tidak susah.

Mengutip Your Tango, berikut beberapa cara untuk mengatasi patah hati:

1. Sayangilah diri sendiri

Kadangkala, seseorang suka menyalahkan diri sendiri saat putus cinta. Kita sering teringat pada masa lalu, di saat-saat masih bersama dengan orang tercinta.

Sebaiknya jangan biarkan kenangan itu terus menghantui pikiran kamu. Lupakan saja. Hargai diri kamu.

Kebiasaan terus menerus menyalahkan diri sendiri akan menuntun kamu terus merasa bersalah dan membuat sakit hati sulit disembuhkan.

Saatnya mengubah pikiran. Sayangi diri lebih dari siapapun. Tanamkan dalam diri bahwa kamu sangat layak untuk mendapatkan yang lebih baik dari sebelumnya.

2. Lepaskan saja emosi itu

Banyak orang berusaha untuk tampak tegar saat putus cinta. Di depan orang banyak, ia berusaha selalu tersenyum dan ingin menunjukkan bahwa putus cinta bukanlah masalah besar dalam hidupnya.

Tidak salah, memang, Tapi, membohongi diri sendiri, dan menolak untuk bersedih karena kehilangan seseorang yang dicintai juga tidak baik bagi emosi kita.

Secara psikologis, seseorang yang suka mengabaikan emosi saat sedang putus cinta, maka semua kesedihan, kemarahan, dan rasa sakit hati akan tetap bermukim di dalam diri. Itulah sebabnya rasa sakit hati sulit untuk dihilangkan.

Karena itu, sebaiknya kita tidak menahan emosi tersebut. Lepaskan saja. Menangislah kalau memang itu bisa membuat perasaan lega.

3. Jadikan pelajaran berharga

Tidak ada orang yang ingin mengalami putus cinta. Itu adalah hal yang buruk.

Tapi, di balik putusnya hubunan asmara kita dengan seseorang, pasti ada pelajaran berharga yang dapat diambil.

Nah, pelajaran-pelajaran itu bisa menjadi panduan kita untuk hubungan baru agar lebih harmonis. Kita bisa menjaga hubungan baru dengan tidak mengulangi kesalahan yang lama.

4. Akan ada yang lebih baik

Percayalah, kamu akan mendapatkan seseorang yang lebih baik.

Ada sesuatu yang mungkin tidak kita sadari saat mengalami putus cinta. Bahwa memang dia bukanlah pasangan yang tepat untuk kita.

Kamu harus percaya, ada rencana besar dari Tuhan di balik kandasnya hubungan cintamu. Suatu hari nanti, akan ada seseorang yang lebih cocok dan lebih baik datang mengobati dan mengisi hati kamu, cepat atau lambat.

5. Kerjakan hal-hal lain

Kalau sedang putus cinta, jangan terus mengurung diri dan tidak melakukan apa-apa. Lebih baik cari kesibukan dengan hal-hal yang kamu sukai.

Kamu bisa berjalan-jalan menyusuri kawasan perkotaan atau pedesaan bersama keluarga besar. Berkumpul dengan teman-teman, bercerita dan bergembira. Lakukan kegiatan yang mungkin selama ini belum pernah kamu coba.

Kamu juga bisa menjajal hobi baru yang bisa membuat hatimu senang, dan melupakan sakitnya hati karena putus cinta.

Baca Juga : Hujan Bikin Orang Merasa Lapar dan Kesepian

6. Setiap luka butuh waktu untuk sembuh

Yang perlu kamu ingat, setiap luka pasti membutuhkan waktu untuk sembuh. Begitu pula dengan luka hati karena putus cinta.

Kamu tidak bisa berharap patah hatimu itu bisa pulih dalam sekejap, semua tentu butuh proses. Masing-masing orang butuh waktu yang berbeda-beda untuk bisa sembuh dari luka akibat putus cinta.

Kalau memang belum siap untuk menemukan tambatan hati yang baru, tak perlu terburu-buru, nikmati saja dulu kesendirianmu. Jangan terbawa emosi untuk “membalas mantan” dengan terburu-buru menggandeng kekasih baru. Pelan-pelan saja.

*****

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here