Investasi di Tanjung Sauh Rp33 T, Serap 70 Ribu Pekerja

126
Tanjung Sauh
Presentasi dan diskusi roadmap Tanjung Sauh menuju KEK, Selasa (24/11/2020) di DPRD Batam. (F: Humas Pemko Batam)

Barakata.id- Tanjung Sauh, Ngenang, Kecamatan Nongsa diusulkan menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK). Kawasan ini akan dibangun menjadi lokasi industri dan pelabuhan peti kemas. Investor telah menggelontorkan Rp33 triliun untuk pembangunan kawasan tersebut.

Tiga perusahaan konsorsium Panbil Group yang akan mengembangkan kawasan tersebut. Hanya saja masih ada beberapa persyaratan lagi yang harus dipenuhi.

Baca Juga:
Proyek KEK Bandara Hang Nadim Batam Pikat Investor

“Dari 17 persyaratan, masih ada sekitar empat lagi. Salah satunya MoU dengan Pemko Batam dan DPRD Batam,” kata Pjs Wali Kota Batam Syamsul Bahrum.

Hal itu terungkap saat presentasi dan diskusi roadmap usulan KEK Tanjung Sauh di Ruang Rapat Pimpinan DPRD Batam, Selasa (24/11/2020). Dalam kesempatan tersebut, juga hadir Ketua DPRD Batam Nuryanto, Wakil Ketua DPRD Batam Ruslan Ali Wasyim dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Batam.

Dalam presentasi itu disebutkan investor telah menggelontorkan sekitar Rp 33 triliun untuk pengembangan kawasan Tanjung Sauh.

Tanjung Sauh memiliki luas 843,779 hektar. Nantinya seluas 683,799 hektar atau sekitar 81 persen akan dialokasikan sebagai tempat industri dan pelabuhan. Diperkirakan tempat itu akan menyerap 70 ribu tenaga kerja.

Baca Juga:
Mantab, Batam Bakal Punya KEK Pariwisata

Syamsul mengatakan, Pemko Batam menyetujui pengembangan kawasan Tanjung Sauh. Pihaknya sudah melakukan sejumlah hal terkait persetujuan itu. Bahkan sudah meninjau lokasinya juga.

“Izin dari Pemko Batam dan Pemrov Kepri sudah ada. Pihak pengusaha harus mendorong DPRD mengeluarkan rekomendasi. Tanpa DPRD Batam, tak akan pernah ada KEK, di pusat belum ada disetujui kalau belum ada persetujuan DPRD,” kata dia.

***

Editor: Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin