
Namun yang pasti, berdasarkan catatan Polresta Barelang, sepanjang tahun 2019 lalu, Jalan Letjend Suprapto termasuk wilayah yang menyumbang angka terbesar lakalantas di Batam, yakni mencapai 70 kasus.
Dari jumlah tersebut, ada 8 orang meninggal dunia, 7 orang mengalami luka serius, 98 orang luka ringan. Adapun kerugian materil yang timbul diperkirakan mencapai Rp145 juta.
Data itu belum termasuk lalakantas yang terjadi Senin pagi kemarin, yang membuat nyawa Sri Wahyuni, calon pengantin itu meninggal di tempat lantaran diseruduk angkutan umum Bimbar.
Dibanding daerah lain atau 13 titik rawan lain di Batam, total kerugian yang terjadi di jalur Jalan Letjend Suprapto itu pun tercatat sebagai yang tertinggi.
Baca Juga :
Pelayanan Korban Lakalantas Kini Lebih Cepat dengan “Insiden” BPJS
Tingginya kasus lakalantas di Batam menjadi catatan serius jajaran Polresta Barelang. Jumlah keseluruhan kasus lakalantas yang terjadi di Batam pada tahun 2019, naik sekitar 11 persen dibanding kasus tahun 2018.
Bagaimana tahun ini? Sepertinya jumlahnya bakal meningkat tajam.
Catatan polisi, dari Januari hingga awal Februari 2020, sudah ada 73 kasus lakalantas yang terjadi di sejumlah wilayah. Khusus untuk Jalan Letjend Suprapto, termasuk jalur Bukit Daeng, datanya belum terekap.
Selanjutnya, Bimbar Si Raja Jalanan














![[Video] Detik-Detik Ledakan Bom Katedral Makassar Gambar Ledakan Bom di Gereja Katedral Makasar](https://barakata.id/wp-content/uploads/2021/03/Gambar-Ledakan-Bom-di-Gereja-Katedral-Makasar-180x135.jpg)
![[VIDEO] Jenazah Haji Permata Tiba di Pelabuhan, Disambut Isak Tangis Warga Haji Permata](https://barakata.id/wp-content/uploads/2021/01/maxresdefault-1-180x135.jpg)












