Home Kepulauan Riau Batam Batasi Kapasitas Pembangkit Minimal 3MW, Proses Tender PLTG 25MW Panaran Batam Mencurigakan

Batasi Kapasitas Pembangkit Minimal 3MW, Proses Tender PLTG 25MW Panaran Batam Mencurigakan

Kantor bright PLN Batam
Kantor bright PLN Batam

Barakata.id, Batam – Meski masih dalam proses tender, proyek penyediaan pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) 25 megawatt (MW) di Panaran oleh PT PLN Batam sudah menuai kecurigaan. Beberapa calon rekanan yang ikut proses tender mengaku merasa janggal dengan dokumen tender yang RKS-nya dinilai menguntungkan salah satu rekanan.

Diantara poin dalam rencana kerja dan syarat (RKS) yang tertuang dalam dokumen tender adalah membatasi kapasitas pembangkit minimal 3MW. Selain itu dalam proses aanwijzing, pihak panitia pengadaan di PLN Batam tiba-tiba memangkas batas waktu pelaksanaan konstruksi dari lima bulan menjadi empat bulan. Bahkan ditambah ketentuan denda satu persen per mil ditambah denda sekitar Rp 636 juta per hari bila penyelesaian konstruksi terlambat.

“Ini janggal sekali. Kalau PLN butuh pembangkit segera, kenapa dibatasi minimal pembangkit 3MW yang boleh ikut. Padahal banyak penyedia dengan kapasitas pembangkit dibawah itu bisa ikut dan kompetitif dari segi waktu pengerjaan dan harga jual Kwh-nya,” ungkap seorang rekanan yang meminta namanya tidak disebutkan, Selasa (22/2/2022).

Baca juga: PLN Batam dan PT McDermott Indonesia Teken MoU, Manfaatkan Rooftop Jadi PLTS

Menurutnya, denda keterlambatan Rp 636 juta per hari juga janggal dan baru kali ini sepanjang pengetahuannya diterapkan PLN. Biasanya hanya ada denda satu persen per mil sebagaimana umumnya keterlambatan tender.

“Kalau alasannya agar cepat, tentu penyedia pembangkit dengan kapasitas kecil bisa lebih cepat proses kontruksinya. Kenapa dibatasi minimal 3MW. Ini membuat persaingan jadi terbatas dan kami duga tidak sehat. Kami masih yakin panitia profesional. Jangan sampai ada kolusi dengan mengarahkan RKS ke salah satu penyedia,” paparnya yang saat itu bersama rekan penyedia lainnya.

Rekannya pula menceritakan, dalam proses Aanwijzing secara daring tidak semua pertanyaan peserta dijawab oleh panitia. Untuk itulah mereka mencurigakan tender ini sudah diatur. Apalagi hanya ada satu rekanan yang memiliki pembangkit kapasitas 3MW.

“Kita menduga ini seakan-akan digiring untuk salah satu rekanan. Karena kalau kapasitas pembangkit diatas 3MW akan terkendala dari segi waktu konstruksi sehingga terancam dengan denda yang sangat besar. Pilihannya, ya mundur dari kontes. Sementara yang memiliki pembangkit dibawah 3MW otomatis gugur,” katanya.

Selain itu dalam RKS tersebut pihak PLN juga tidak membayar biaya investasi kontruksi untuk mesin pembangkit. Padahal mereka hanya menyewa sehingga ketentuan ini semakin memberatkan bagi penyedia dengan mesin kapasitas besar karena invetasi konstruksinya akan lebih besar dan memakan waktu lebih lama.

“Kita menduga RKS ini menggiring ke salah satu penyedia. Caranya, menjegal penyedia yang punya mesin kapasitas kecil dengan ketentuan minimal mesin pembangkit 3MW yang bisa mendaftar tender. Selain itu mengancam penyedia mesin kapasitas besar dengan denda yang besar dan waktu kerja kontruksi yang singkat hanya 4 bulan,” ungkap dia.

Baca juga: PLN Batam Bersiap Ekspor Listrik ke Singapura

Untuk itulah pihaknya mengaku telah membuat laporan ke KPPU. Hal itu dilakukan agar ke depan setiap proses tender di PLN Batam berjalan dengan transparan dan fair.

Dari dokumen yang diterima, tender pembangkit ini adalah penyediaan pembangkit 25MW di lokasi pembangkit milik PLN di Panaran. Nantinya, PLN menyewa pembangkit tersebut untuk selanjutnya daya yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di seluruh Batam dan Kepri yang permintaan energinya terus meningkat.

Terkait berita ini, Dirut PLN Batam Nyoman Astawa belum memberikan penjelasan terkait hal ini,meskipun telah dihubungi bia telephon maupun Whatshap. Meskipun pesan masuk melalui whatshap telah dibacanya.

Begitu juga Vice President of Public Relatios bright PLN Batam, Bukti Panggabean. Media ini berusaha menguhubunginya baik melalui telepon maupun Whatshap pun tidak mendapatkan tanggapan, hingga berita ini di tulis. (ali)

IKLAN BP BINTAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin