
Barakata.id, Batam – Kui Hong (60), seorang wanita warga keturunan Tionghoa, ditemukan tewas di dalam kamar tidurnya komplek Perumahan Mitra Raya Cluster Ever Fresh Blok B2 no 53 A, Batam Center, Senin (7/6/2021) malam.
Didugaan, wanita paruh baya itu menjadi korban pembunuhan. Dibagian leher dan tubuh korban ditemukan sejumlah luka bekas kekerasan. Salah satu lengannya mengalami patah tulang.
Teka teki tewasnya Kui Hong pun akhirnya terjawab, setelah aparat kepolisian Unit Reskrim Polsek Batam Kota dan Satreskrim Polresta Barelang membekuk Syamsul Arifin alias Asik (28).
Baca juga:
Asik ditangkap di kosnya, kawasan Punggur, Nongsa, Kota Batam pada Rabu (9/6/2021. Ia diduga melakukan pembunuhan.
Diketahui, Syamsul Arifin alias Asik merupakan mantan karyawan anak korban di PT Shelu Mulia Perkasa yang berada di kawasan Tunas Regency Tanjunguncang, Batam. Ia dipecat pada bulan Februari lalu, diduga pelaku tak terima dan merasa sakit hati.

Kapolsek Batam Kota, AKP Nidya Astuti membenarkan peristiwa penangkapan tersebut. Namun saat ini, baik kasus maupun pelaku, ditangani oleh Satreskrim Polresta Barelang.
“Iya benar diamankan di wilayah Nongsa,” ujar Nidya, Rabu siang.
Terpisah, Kapolresta Barelang, Komes Yos Guntur melalui Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Andri Kurniawan mengatakan, pelaku adalah karyawan anaknya. Ia bekerja sebagai kurir pengantar barang.
Baca juga:
Sementara Syamsul, saat ditemui di Mapolresta Barelang mengkau, sudah berniat hendak membunuh korban.
“Saya dulu bekerja dengan anaknya. Memang saya sudah berniat untuk membunuh korban,” ujar Syamsul Arifin alias Asik.
Pembunuhan itu ia laku dengan berpura-pura datang ke rumah korban untuk mengantarkan barang. Begitu korban membuka pintu rumah, ia langsung masuk rumah dan menyerang korban.

Pelaku juga menarik paksa korban masuk ke dalam rumah. Korban sempat melakukan perlawanan dan bersikeras memegang pintu. Akhirnya korban menarik dengan keras, sehingga tulang tangan kanan korban patah.
Begitu korban berhasil ditarik ke dalam, pelaku langsung mempiting leher korban. Karena takut korban berteriak, ia melakban mulut korban, dan langsung mencekik leher korban hingga tewas.
Baca juga:
“Setelah saya pastikan meninggal, korban saya bawa ke kamarnya dan diletakkan di atas kasur. Kemudian saya selimuti, lalu saya tinggalkan lokasi,” ungkap pelaku.
Kedua kaki pelaku terpaksa dihadiahi timah panas, karena berusaha melawan petugas dan mencoba kabur saat dibekuk. Meskipun, tim sudah melakukan tembakan peringatan, namun tetap tidak diindahkan.
*****
Editor: Ali Mhd














![[Video] Detik-Detik Ledakan Bom Katedral Makassar Gambar Ledakan Bom di Gereja Katedral Makasar](https://barakata.id/wp-content/uploads/2021/03/Gambar-Ledakan-Bom-di-Gereja-Katedral-Makasar-180x135.jpg)
![[VIDEO] Jenazah Haji Permata Tiba di Pelabuhan, Disambut Isak Tangis Warga Haji Permata](https://barakata.id/wp-content/uploads/2021/01/maxresdefault-1-180x135.jpg)








