Beranda Urban Dunia

Data Terbaru Korban Virus Corona, 78.583 Terinfeksi, 20.863 Sembuh, 2.364 Meninggal

189
0
DPRD Batam
Virus Corona
Ilustrasi. Wabah virus Corona telah membuat kota-kota di Cina mencekam. Hingga Minggu (23/2/20) jumlah korban meninggal tercatat sebanyak 2.364 orang. (F: Getty Images)

Berdasarkan data yang dipublikasikan South China Morning Post, Minggu pagi ini menunjukkan ada tambahan korban meninggal akibat virus corona di Korea Selatan, Iran, dan Italia.

Berikut angka korban meninggal akibat virus corona di luar Cina:

Ikuti saluran Barakata.id di WhatsApp klik disini

– Jepang: 3 orang
– Korea Selatan: 3 orang
– Italia: 2 orang
– Iran: 6 orang
– Taiwan: 1 orang
– Perancis: 1 orang
– Filipina: 1 orang

Adapun, korban meninggal di Cina sendiri saat ini tercatat 2.345 serta Hong Kong 2 kematian.

Temuan baru

Perkembangan terbaru lainnya, sebuah studi yang dilakukan beberapa lembaga Cina menunjukkan ada kemungkinan wabah corona bukan berasal dari Pasar Huanan.

Seperti dilansir Kompas.com, Pasar Huanan selama ini disebut sebagai asal menyebarnya virus corona. Pasar ini merupakan pasar hewan di Wuhan.

Para peneliti dari Universitas Pertanian China Selatan di Guangdong dan Kebun Raya Tropis Xishuangbanna di Provinsi Yunnan menganalisis sekuens DNA dari 93 sampel virus corona baru yang dikumpulkan dari 12 negara.

Baca Juga :
Cara Sederhana Mencegah Infeksi Virus Corona

Sampel-sampel ini memiliki 58 jenis penanda genetik yang disebut haplotypes. Haplotipe 13 dan 38 sangat berkorelasi dengan kelelawar coronavirus RaTG13.

Pasien dengan haplotipe 13 dan 38 berasal dari Shenzhen dan Washington, yang terinfeksi pada akhir Desember dan awal Januari selama kunjungan mereka ke Wuhan.

Akan tetapi, tidak ada haplotyes H13 dan H38 terdeteksi dalam sampel Wuhan.

Penelitian ini mengumpulkan sampel dari pasien yang pernah ke pasar makanan laut memiliki haplotipe 1, 2, 8 hingga 12.

Hal itu menunjukkan bahwa virus corona yang ditemukan di pasar makanan laut dapat berasal dari tempat lain.

Studi ini juga menyarankan bahwa penularan dari manusia ke manusia mungkin sudah dimulai pada bulan November 2019.

*****