Belajar Tatap Muka di Sekolah Akan Dimulai Pertengahan Agustus

4319
0
DPRD Batam

Pertama, membatasi jumlah siswa per kelas. Jika biasanya per kelas diisi dengan jumlah maksimal 40 orang, maka diubah menjadi per kelas maksimal 20 orang saja.

“Konsekuensinya jadwal sekolah harus dibagi menjadi dua, pagi dan siang. Atau dibuat satu hari sekolah, satu hari tidak, secara bergantian,” tuturnya.

Ikuti saluran Barakata.id di WhatsApp klik disini

Bagi sekolah yang memang sudah ada dua shift, kelas pagi dan siang, opsi ini tetap bisa dilaksanakan. Caranya dengan memperpendek jam belajar. Jika biasanya 6 jam nanti dibuat jadi 3 jam saja.

Baca Juga:
Sekolah di Batam Belum Dibuka, Belajar Tetap dari Rumah

“Tak perlu ada jam istirahat. Setelah belajar, pulang,” kata dia.

Kedua, guru disiplin. Sebab kedisplinan tak bisa hanya diharapkan dari siswa saja. Untuk guru, tak boleh terlambat masuk kelas. Sebab, keterlambatan akan membuka peluang siswa berinterkasi dan bermain dengan sesamanya saat menunggu guru.

Ketiga, orangtua disiplin. Orangtua diminta mengantar dan menjemput anaknya tepat waktu. Jika masuk pukuk 07.30, anak jangan diantar pukul 06.00.

Begitu juga dengan saat menjemput. Jika anak pulang jam 11.00, orangtua sudah harus nerada di sekolah untuk menjemput pada jam tersebut. Jangan dijemput lewat dari pukul 11.00.

Baca Juga:
Posting ‘Guru Makan Gaji Buta’ di Medsos, Pria Ini Dipolisikan

Jeda waktu seperti itu akan memungkinkan anak untuk bermain dan berkumpul dengan anak-anak lainnya.

Keempat, sekolah membentuk tim untuk mengawasi siswa. Tugasnya untuk mengawal penerapan protokol kesehatan di sekolah. Seperti menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak.

Rudi menyampaikan, pihaknya mendapat pesan dari Danyon Raider, agar pihak sekolah harus memastikan anak-anak tak saling bertukar masker.

“Karena kadang anak-anak ini kan lihat punya temannya bagus, mau juga,” kata Rudi.

**

Editor: Asrul R