Home Warta Nusantara

Posting ‘Guru Makan Gaji Buta’ di Medsos, Pria Ini Dipolisikan

415
Guru Makan Gaji Buta
Ilustrasi. Seorang pria dipolisikan gara-gara posting 'guru makan gaji buta' di Facebook. (F: Piqsels)

Barakata.id- Seorang pria berinisial DI dipolisikan. Gara-garanya, DI memposting ‘guru makan gaji buta’ di akun media sosial (medsos) Facebooknya. Pria yang tinggal di Garut, Jawa Barat itu dianggap menghina kalangan dan profesi guru. Saat ini kasusnya ditangani Polres Garut.

Dilansir dari Detikcom, Plh Kasubbag HUmas Polres Garut Ipda Muslih Hidayat mengatakan perwakilan guru lah yang melaporkan DI ke Polres Garut.

“Kemarin sore, perwakilan guru sudah lapor ke SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polres Garut,” kata Muslih.

Baca Juga:
PNS Batam Diingatkan Agar Tidak Nyinyir di Medsos

Saat ini laporan para guru itu tengah ditangani Satreskirm Polres Garut. Muslih mengatakan, penyidik sedang mendalami kasus tersebut.

“Masih didalami. Yang pasti kami sudah menerima laporannya dan kasusnya ditangani Satreskrim,” ucap Muslih.

Meski postingan DI dilakukan di akun Facebook pribadinya, namun kata-kata yang dituliskannya memancing reaksi kalangan guru di Garut. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini. Sekolah di banyak tempat harus ditutup dan pembelajaran dilakukan melalui daring.

“Nagara ngagajih buta ieu mah hayoh we sakola di liburkeun, kuduna mah guru nage ulah digajih meh karaseun sarua kalaparan (Negara menggaji buta. Sekolah terus aja diliburkan. Seharusnya gurunya juga tidak usah digaji biar sama kelaparan),” kata DI dalam postingannya.

Baca Juga:
Duh, Wanita Diduga Dokter Gigi Telanjang di Tepi Jalan, Video Viral di Medsos

Para guru yang murka dengan pernyataan itu sempat mengundang DI ke kantor PGRI Garut, Selasa (28/7/20) lalu. Tujuannya agar DI mengklarifikasi dan meminta maaf atas postingan yang mengatakan guru makan gaji buta tersebut.

Tapi ternyata, permintaan maaf DI tak membuat para guru puas. Proses klarifikasi itu malah menuai ricuh. Massa yang terdiri dari para guru yang datang ke lokasi mencoba memukuli DI.

Polisi yang kemudian datang ke lokasi mencoba melerai massa. Namun karena situasi terlanjur ricuh seorang oknum perwira Polres Garut yang diketahui seabagai pejabat struktural di Polres tersebut mengancam akan menembak massa.

Setelah proses klarifikasi yang berujung ricuh itulah, para guru kemudian melaporkan DI ke Polres Garut.

****

Editor: Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin