
Saat itu, kelima apal ikan asing tersebut sempat mencoba mengelabui kapal pengawas dengan seolah-olah merupakan kapal ikan asal Malaysia.
“Namun, aparat kita tidak mau kecolongan. Karena mereka (kapal ikan asing itu) tidak mengibarkan bendera kebangsaan kapal, dan menggunakan kode C2 pada lambung kapal yang merupakan kode yang digunakan oleh kapal ikan Malaysia yang beroperasi di ZEE,” kata Edhy.
Petugas pun mendekat dan melakukan pemeriksaan di atas kapal. Terbukti awak kapal-kapal tersebut tidak bisa menunjukkan dokumen bahwa kapal mereka benar kapal Malaysia.
Pemeriksaan lebih lanjut, akhirnya para awak kapal mengaku bahwa mereka berasal dari Vietnam.
Edhy menegaskan, saat ini kelima kapal asing tersebut disandarkan di dermaga PSDKP Batam. Adapun 68 awak kapal berkewarganegaraan Vietnam akan diproses hukum lebih lanjut, juga di PSDKP Batam.
Baca Juga :
Susi Pimpin Pengejaran 7 Kapal Ikan Asing di Laut Natuna
Menurut Edhy, keberhasilan KKP menangkap kapal ikan asing pencuri ikan merupakan buah dari operasi terstruktur.
“Ini respon yang sangat bagus dari KKP dalam melaksanakan arahan Pak Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan pengawasan di laut Indonesia. Juga sebagai bukti bahwa negara hadir di Laut Natuna,” kata dia.
“Posisi kita sangat jelas terhadap kapal pelaku ilegal fishing, tidak ada kompromi. Ini bukan hanya demi kedaulatan negara tapi juga agar nelayan-nelayan kita terutama di Natuna ini aman dan nyaman saat mencari ikan di laut,” pungkas Edhy.
*****
Penulis : Teguh Prihatna














![[Video] Detik-Detik Ledakan Bom Katedral Makassar Gambar Ledakan Bom di Gereja Katedral Makasar](https://barakata.id/wp-content/uploads/2021/03/Gambar-Ledakan-Bom-di-Gereja-Katedral-Makasar-180x135.jpg)
![[VIDEO] Jenazah Haji Permata Tiba di Pelabuhan, Disambut Isak Tangis Warga Haji Permata](https://barakata.id/wp-content/uploads/2021/01/maxresdefault-1-180x135.jpg)












