Beranda Kepulauan Riau Batam

Temui Kepala BP Batam, MUI Kepri Berharap Polemik Rempang Cepat Reda

38
0
MUI Kepri
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi menerima kunjungan pengurus MUI Kepri, terkait perkembangan kawasan Rempang, Rabu (20/9/23). (F: barakata.id/ist)
DPRD Batam

Barakata.id, Batam – Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menemui Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, Rabu (20/9/22). MUI ingin mendengar penjelasan terkait polemik kawasan Rempang yang sedang memanas.

Dalam pertemuan yang dihelat di gedung Marketing Centre BP Batam itu, Ketua MUI Kepri, Bambang Maryono mengatakan, pihaknya datang ke BP Batam untuk bersilaturahmi sekaligus mendengarkan langsung pemaparan terkait kondisi terkini Kawasan Rempang dari Rudi.

Ikuti saluran Barakata.id di WhatsApp klik disini

Mengingat, rencana pengembangan Kawasan Rempang sempat menjadi perbincangan hangat di masyarakat beberapa hari terakhir. Sehingga, pihaknya pun dapat mengantisipasi disinformasi yang tersebar di publik.

“Dengan penjelasan yang detail, kami pun bisa menepis berita hoaks yang saat ini tengah beredar,” ujarnya.

BACA JUGA : Ada Negara Tak Senang Rempang Berkembang

Melalui pertemuan ini, Bambang berharap, polemik yang ada perlahan mereda. Apalagi pemerintah melalui BP Batam telah memberikan solusi terbaik kepada masyarakat yang terdampak pengembangan.

“Kami sebagai tokoh-tokoh agama ingin mengambil langkah yang menyejukkan antara kedua belah pihak. Bagaimana pemerintah investasinya bisa berjalan dengan baik dan kepentingan masyarakat juga bisa terakomodir,” harap Bambang.

BACA JUGA : Relokasi Warga Rempang Digesa, Menteri Bahlil: Urusan Investasi Tak Selalu Mulus

Merespon kunjungan itu, Rudi mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kunjungan MUI Kepri ke BP Batam. Ia mengungkapkan, pengembangan Rempang Eco City ini sudah masuk dalam daftar proyek strategis nasional.

“Kami (BP Batam) sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Pusat di Kota Batam akan berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi seluruh poin yang menjadi hak masyarakat Pulau Rempang yang terdampak proyek ini,” ujarnya.

Ia berharap, melalui pengembangan Rempang Eco City ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pulau Rempang.

“Melalui momentum ini, pengembangan Rempang sebagai mesin ekonomi baru akan memberikan multiplier effect dan membuka lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat Kepri,” tutup Rudi. (mh)