Beranda Kepulauan Riau Batam

PLN Batam: Pohon Tumbang dan Layang-Layang Penyebab Listrik Padam di Piayu

12
0
PLN Batam
Ilustrasi. Petugas PLN Batam merapikan tata letak kabel di kawasan Batam Kota, beberapa waktu lalu. (F: barakata.id/ist)
DPRD Batam

Barakata.id, Batam – PT PLN Batam mengonfirmasi pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Piayu disebabkan gangguan dari layang-layang yang tersangkut pada jaringan serta pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.

Sekretaris Perusahaan PT PLN Batam, Samsul Bahri, menjelaskan bahwa layang-layang masih menjadi penyebab utama terganggunya pasokan listrik di Batam. Material seperti plastik dan benang konduktif dapat memicu hubungan arus pendek jika mengenai kabel listrik.

Ikuti saluran Barakata.id di WhatsApp klik disini

“Jaringan listrik terdiri dari tiga kabel. Jika benang atau plastik layang-layang menyentuh ketiganya sekaligus, akan terjadi short circuit yang merambat ke jaringan lain. Proses perbaikannya memerlukan waktu, sehingga pemadaman bisa berlangsung cukup lama,” ujar Samsul di Batam Centre, Selasa (3/9/25).

Ia menambahkan, kondisi cuaca ekstrem seperti hujan deras dan angin kencang juga meningkatkan risiko gangguan. Rangka layang-layang berbahan bambu maupun kayu yang basah dapat menghantarkan arus, sementara pohon atau ranting yang tumbang berpotensi menimbulkan padamnya aliran listrik.

“Atas nama manajemen PLN Batam, kami menyampaikan permohonan maaf atas gangguan yang terjadi. Kami berharap masyarakat bijak dan mengingatkan anak-anak agar tidak bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik. Kami juga memohon dukungan warga untuk mengizinkan pemangkasan atau penebangan pohon yang berdekatan dengan jaringan,” kata Samsul.

BACA JUGA : Listrik Batam Sering Padam, Ini Penyebabnya

Sementara itu, Senior Manager Unit Bisnis Distribusi dan Pelayanan PT PLN Batam, Rizal Azhari, menegaskan bahwa jaringan listrik tidak boleh disentuh benda apa pun, termasuk layang-layang, pohon, maupun hewan.

“Bermain layang-layang di dekat jaringan listrik sangat berbahaya. Benang berbahan logam atau benang gelasan, terutama yang basah, bisa menghantarkan listrik dan membahayakan nyawa,” tegas Rizal.

Ia menambahkan, petugas PLN Batam rutin membersihkan jaringan dari layang-layang dan memangkas pohon yang berpotensi mengganggu. Namun, upaya ini kerap terkendala koordinasi dengan pemilik pohon.

“Kami berharap dukungan dari Pemerintah Kota Batam untuk mengedukasi masyarakat agar tidak menanam pohon dekat jaringan listrik serta mengizinkan pemangkasan tanaman yang berisiko. Banyak kasus pemadaman panjang terjadi akibat pohon tumbang menimpa jaringan,” pungkasnya. (bar)