Beranda Kepulauan Riau Batam

Komisi IV DPRD Batam Sidak PT Rotary Engineering Indonesia

17
0
Komisi I DPRD Batam
Komisi IV DPRD Kota Batam menggelar sidak ke PT Rotary Engineering Indonesia, Selasa (29/7/25). (F: barakata.id/ist)
DPRD Batam

Barakata.id, Batam – Komisi IV DPRD Kota Batam menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke PT Rotary Engineering Indonesia, Selasa (29/7/25). Sidak ini sebagai tindak lanjut keluhan para mantan pekerja yang mengaku belum menerima hak-haknya usai pemutusan hubungan kerja (PHK).

Sidak dipimpin Ketua Komisi IV Dandis Rajagukguk didampingi para anggota di antaranya Surya Makmur Nasution, Asnawati Atiq, Tapis Dabbal Siahaan, Novelin Fortuna Sinaga, Hery Herlangga, Warya Burhanudin, dan Sony Christianto. Rombongan diterima oleh Deputy General Manager PT Rotary, Benny Johnson.

Ikuti saluran Barakata.id di WhatsApp klik disini

“Kami datang langsung ke perusahaan ini untuk memastikan seluruh hak-hak pekerja segera diselesaikan,” kata Dandis.

BACA JUGA : Komisi I DPRD Batam Sidak Pemotongan Kapal di PT GTI

Persoalan ini sebelumnya sudah dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama para mantan karyawan PT Rotary di ruang Komisi IV DPRD Batam beberapa waktu itu. Dalam RDP itu, perwakilan eks pekerja menyampaikan bahwa hingga kini belum menerima hak normatif mereka, termasuk pesangon dan kewajiban lain sesuai undang-undang.

Dalam sidak tersebut Komisi IV juga menyinggung ketidakhadiran manajemen — khususnya Benny Johnson — dalam RDP sebelumnya. DPRD meminta agar ke depan, pihak perusahaan hadir langsung setiap kali ada undangan resmi dari lembaga legislatif.

Dandis menegaskan bahwa kehadiran DPRD bukan untuk mengintervensi, melainkan menjadi jembatan penyelesaian antara buruh dan perusahaan secara adil dan bermartabat.

“Kami tidak ingin persoalan ini berlarut-larut. Jangan sampai ketidakberesan manajemen merusak citra perusahaan, apalagi ini menyangkut masa depan banyak orang,” kata dia.

Komisi IV DPRD Batam menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga seluruh hak-hak eks pekerja benar-benar dibayar.

Sementara itu, Benny Johnson menyampaikan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi, dan menjanjikan akan menindaklanjuti keluhan para mantan karyawan secepatnya. (bar)