Beranda Kepulauan Riau Batam

Doa Kebangsaan untuk Bencana Sumatera, Kamaluddin: Ini Wujud Empati Warga Batam

11
0
Bencana Sumatera
Para pejabat di Kota Batam menghadiri acara Doa Kebangsaan untuk Bencana Sumatera di Datarang Engku Puteri, Selasa (2/12/25) malam. (F: barakata.id/ist)
DPRD Batam

Barakata.id, Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama lintas instansi dan agama, menggelar Doa Kebangsaan untuk Bencana Sumatera di Dataran Engku Putri, Selasa (2/12/25) malam. Acara ini menjadi panggung kepedulian dan persatuan warga Batam atas penderitaan yang dialami masyarakat terdampak di daerah bencana.

Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamaluddin menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya kepedulian, persatuan, dan tanggung jawab moral dalam menghadapi bencana alam berupa banjir dan tanah longsor yang menimpa wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ikuti saluran Barakata.id di WhatsApp klik disini

Ia menegaskan bahwa DPRD Batam mendukung penuh keputusan Pemko Batam untuk menyalurkan bantuan sebesar Rp2,5 miliar kepada masing-masing provinsi terdampak bencana. Menurutnya, tragedi yang terjadi di Sumatera adalah duka seluruh bangsa, dan masyarakat Kota Batam juga wajib hadir memberikan bantuan terbaik.

“Kita harus memastikan bahwa setiap rupiah bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Ini amanah kemanusiaan, dan kami di DPRD Batam akan mengawal dengan penuh tanggung jawab,” kata dia.

BACA JUGA : Kapolri Instruksikan Percepat Penanganan Wilayah Bencana

Kamaluddin juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat Batam yang terus menunjukkan solidaritas tanpa batas dalam setiap musibah yang menimpa saudara-saudara di berbagai daerah.

Di tempat yang sama, Wali Kota Batam yang juga Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Amsakar Achmad mengumumkan penyaluran bantuan dari Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) tersebut. Surat keputusan alokasi bantuan telah ditandatangani dan penyaluran akan dilakukan secara terukur, transparan, dan tepat sasaran.

“Kita pastikan bantuan ini sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.

Amsakar menyebutkan, Pemko Batam membuka empat posko resmi untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin berdonasi, sekaligus memastikan setiap sumbangan tercatat dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia menyampaikan, bencana yang menimpa Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat merupakan duka bersama dan harus dijawab dengan solidaritas, doa, dan langkah nyata.

“Bencana itu bukan hanya duka mereka, tetapi duka kita bersama,” pungkasnya.

BACA JUGA : Antisipasi Bencana Akhir Tahun, Masyarakat Diminta Lebih Waspada

Mempertegas pernyataan Amsakar, Kamaluddin menekankan bahwa kekuatan terbesar Batam ada pada persatuan masyarakatnya. Karena itu, ia mengajak semua pihak agar tidak terpecah oleh isu-isu yang dapat memicu perpecahan.

“Kita ini kuat karena kohesi sosial Batam tidak pernah luntur. Dalam keadaan begini, kita harus saling menopang, bukan saling melemahkan,” kata dia.

Di ujung acara, Kamaluddin menyampaikan doa dan harapan, semoga saudara-saudara yang tertimpa musibah diberikan kekuatan dalam fase pemulihan. Ia menekankan bahwa bantuan dari Batam bukan sekadar materi, tetapi juga simbol kepedulian dan solidaritas tanpa batas.

“Semoga masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat segera bangkit. Dari Batam, kami kirimkan doa, kekuatan, dan harapan,” ujarnya.

Kegiatan Doa Kebangsaan untuk Sumatera itu ditutup dengan doa lintas agama dari pemuka Islam, Protestan, Katolik, Hindu, dan Buddha, simbol bahwa solidaritas Batam melampaui sekat identitas apa pun. (bar)