Beranda Kepulauan Riau Batam

Aksi Seribu Lilin, Ketua DPRD Batam: Batam Rumah Kita, Mari Kita Jaga

41
0
Ketua DPRD Batam
Aksi seribu lilin yang digelar mahasiswa dan driver ojol di Dataran ENgku Putri, Batam, Rabu (3/9/25). (F: barakata.id/ist)
DPRD Batam

Barakata.id, Batam – Aksi seribu lilin di Dataran Engku Putri, Batam Center, Rabu (3/9/25) berlangsung aman dan lancar. Keredap sinar lilin menerangi wajah-wajah mahasiswa dan pengemudi ojek online (ojol) yang hadir dalam aksi yang dibarengi dengan doa bersama itu.

Kegiatan ini digelar sebagai wujud kepedulian serta doa untuk kedamaian bangsa, sekaligus mengenang para korban yang gugur dalam aksi unjuk rasa di Jakarta, beberapa hari lalu.

Ikuti saluran Barakata.id di WhatsApp klik disini

Ketua DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin juga ikut hadir dan larut dalam suasana penuh khidmat itu. Dengan sarung dan pakaian sederhana, Kamaluddin duduk bersila bersama peserta, menundukkan kepala, dan memanjatkan doa bersama.

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya langkah mahasiswa dan para pengemudi ojol yang menginisiasi kegiatan ini. Ini wujud nyata kepedulian dan cinta terhadap bangsa,” ujarnya.

BACA JUGA : Demo di DPRD Batam, Mahasiswa Sampaikan 8 Tuntutan

Ia menegaskan, menjaga kedamaian dan keutuhan bangsa merupakan tanggung jawab seluruh anak bangsa.

“Negara ini dibangun dengan perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Tugas kita sekarang adalah merawatnya dengan kebersamaan dan sikap saling menghormati,” kata dia.

Ucapan terima kasih juga ia sampaikan kepada mahasiswa, para pengemudi ojol, serta seluruh elemen masyarakat Kota Batam yang dinilainya telah memiliki kesadaran tinggi menjaga Batam tetap kondusif.

“Batam ini rumah kita bersama, dan kitalah yang harus menjaganya,” tegasnya.

Selain Ketua DPRD, hadir pula Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam. Kehadiran para pejabat daerah ini menjadi bentuk dukungan moral dan pesan perdamaian bagi masyarakat.

BACA JUGA : AJI Batam Kecam Kekerasan Terhadap 7 Jurnalis Saat Liput Aksi 24 September

Rangkaian acara dimulai dengan penyalaan lilin serentak yang kemudian dilanjutkan doa bersama untuk para korban unjuk rasa. Suasana syahdu menyelimuti lapangan; mahasiswa dan pengemudi ojol tampak memegang lilin dengan penuh haru.

Seorang mahasiswa menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir murni dari solidaritas.

“Kami ingin Batam menjadi contoh kota yang damai. Kami juga ingin menunjukkan bahwa mahasiswa dan masyarakat bisa bersatu untuk tujuan mulia,” kata dia.

Aksi seribu lilin ini diharapkan tidak sekadar simbol, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi antara masyarakat, mahasiswa, aparat keamanan, dan pemerintah daerah. Pesan perdamaian yang digaungkan malam itu diharapkan terus bergema, bukan hanya di Batam, melainkan juga ke seluruh penjuru negeri. (bar)