Home Jelajah Seni Budaya

Wisatawan Jambi Jadi Wisnus Pertama yang Kunjungi Museum Raja Ali Haji

44
Wisatawan Jambi
Kepala Disbudpar Batam Ardiwinata mengajak wisnus Jambi berkeliling Museum Raja Ali Haji di Dataran Engku Putri, Jumat (25/12/20)/Disbudpar Batam

Barakata.id- Baru dibuka pada 18 Desember lalu, Museum Raja Ali Haji sudah dilirik wisatawan nusantara (wisnus). Wisatawan dari Jambi menjadi wisnus pertama yang mengunjungi museum yang terletak di Dataran Engku Putri, Batam Center itu.

Kedatangan wisatawan Jambi itu disambut langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam Ardiwinata, Jumat (25/12/20). Tamu yang berjumlah lima orang itu diajak berkeliling museum oleh Ardi.

Baca Juga:
Meriam Zaman Belanda Jadi Koleksi Terbaru Museum Raja Ali Haji

Berbagai koleksi kebanggaan Museum Raja Ali Haji diperlihatkan. Mulai dari tata pamer Nasi Besar, Bangkeng hingga sketsa wajah Nong Isa.

“Nasi besar ini merupakan nasi yang dihidangkan dalam acara kebesaran, seperti pernikahan dan khataman Alquran. Jalau Bengkeng ini adalah wadah untuk menyimpan baju pengantin Melayu,” tutur Ardi.

Wisnus Jambi itu juga diajak melihat khazanah Melayu yang dipajang di setiap dinding museum. Mereka diajak untuk mengenal Batam sejak zaman Kerajaan Riau Lingga, Belanda, Temenggeung Abdul Jamal, Jepang hingga Batam masa kini.

Kepada para tamu, Ardi mengatakan museum kebanggaan Batam ini telah didaftarkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama 475 museum lainnya di Indonesia.

“Tak hanya jadi destinasi wisata budaya, museum ini diharapkan jadi media edukasi untuk mengetahui sejarah dan perkembangan Batam dari masa ke masa,” kata Ardi.

Salah seorang tamu asal Jambi itu, Melisa, mengaku sangat antusias bisa berkunjung ke Museum Raja Ali Haji. Terlebih dia dan rekan-rekannya dipandu langsung oleh Kepala Disbudpar Batam.

Baca Juga:
Kisah Dibalik Sketsa Nong Isa di Museum Raja Ali Haji

Melisa mengatakan, koleksi museum tersebut sangat menarik. Apalagi dipandu sambil dijelaskan sejarah, hingga kegunaan barang-barang yang dipajang.

“Saya paling terkesan dengan kisah raja yang punya empat istri, dan salah satu istrinya dari Jambi. Itu aratinya Batam dan Jambi punya hubungan,” kata dia.

***

Editor: Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin