Home Jelajah Jalan-Jalan

Wisata Kota Batam Kini Lebih Instagramable

330
Wisata Kota Batam
Tebing Langit di Sekupang. (F: Istimewa)

Barakata.id, Batam – Wisata Kota Batam terus mengembangkan destinasi wisata yang instagramable untuk menggaet turis. Tempat-tempat wisata digital itu kebanyakan dikelola komunitas dan masyarakat setempat.

Dinas Pariwisata Kota Batam mencatat, setidaknya ada 30 titik wisata digital di kota itu. Rata-rata mengandalkan keindahan dan keunikan lingkungan sekitar untuk spot pengambilan foto dan video.

Wisata digital memang memanfaatkan kesenangan seseorang untuk berbagai momen yang dialaminya di media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter dan lainnya. Karena itu, pengelola tempat wisata digital saling adu kreativitas untuk membuat lokasi wisatanya semenarik mungkin.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata mengatakan, saat ini wisata digital memang sedang menjadi tren di Indonesia. Secara global, wisata digital sudah lebih dulu berkembang dan menyasar pada generasi milenial.

“Ini bagus sekali, ini kita sangat mendukung. Ini tren baru dalam industri pariwisata kita,” katanya di Batam, kemarin.

BACA JUGA : Batam Kembangkan Destinasi Wisata Budaya dan Religi

Wisata digital di Batam banyak yang berada di wilayah hutan perbukitan dan pesisir pantai. Dengan lingkungan yang indah dan asri, pengunjung akan merasakan sensasi tersendiri.

Di antara yang sudah cukup populer adalah, Taman Langit, Taman Kelinci, Tangga Seribu, Kampung Terih, Kampung Pelangi Tanjunguma, Dendang Melayu dan banyak lagi.

Ardi mengatakan, Pemko Batam selalu mendukung upaya komunitas dan masyarakat untuk bisa mengembangkan lokasi-lokasi wisata baru. Ia optimistis wisata digital akan terus tumbuh dan berkembang sehingga mampu menjadi daya tarik wisatawan datang ke Batam.

“Bukan hanya untuk wisatawan domestik, pengembangan wisata digital ini juga akan kita arahkan lagi agar bisa menjadi destinasi wisatawan mancanegara, terutama kalangan pelajar dari Singapura dan Malaysia,” katanya.

Salah satu spot menarik di Taman Kelinci Batam

Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya mengatakan, pengembangan sektor pariwisata memang akan lebih baik jika pihak swasta dan masyarakat juga ikut ambil bagian.

“Melalui kerja sama yang baik akan tercipta harmonisasi sehingga pembangunan pariwisata di Indonesia dipercepat. Apalagi kini pariwisata telah ditetapkan menjadi core economy bangsa,” kata Arief.

BACA JUGA : Batam pun Berhasrat Jadi Kota Wisata

Menurut Arief, destinasi digital adalah produk pariwisata yang kreatif dan dikemas secara kekinian (zaman now).

“Keinginan generasi milenial maupun individu yang senang berbagi di media sosial menjadi potensi baik untuk meningkatkan pariwisata dunia digital ini. Kalau menurut bahasa anak muda adalah destinasi yang instagramable,” kata dia.

Kembangkan Homestay di Kampung Wisata

Ardi mengatakan, Pemko Batam tahun ini sudah menyiapkan anggaran Rp500 juta untuk melatih warga di daerah tujuan wisata untuk mengembangkan konsep homestay atau rumah singgah. Tahun ini, ada empat titik yang dipilih sebagai “Kampung Wisata” untuk penerapan homestay tersebut.

Kadis Pariwisata Batam, Ardiwinata

Menurut Ardi, pemilihan empat Kampung Wisata tersebut sebagai bentuk keseriusan Pemko Batam mengembangkan pariwisata berbasis kemasyarakatan. Keempat Kampung Wisata itu adalah, Kampung Nongsa di Kecamatan Nongsa, Kampung Tanjunguma di Kecamatan Lubukbaja, Kampung Belakangpadang di Kecamatan Belakangpadang, dan Kampung Ngenang di Kecamatan Galang.

Menurut Ardi, pengembangan konsep homestay di empat Kampung Wisata itu dimaksudkan agar wisatawan betah berlama-lama liburan di Batam. Di empat kampung wisata itu, beberapa rumah warga akan dimanfaatkan untuk tempat tinggal atau homestay bagi turis yang berkunjung.

BACA JUGA : Batam Siapkan 136 Agenda Wisata Sepanjang 2020

Dengan konsep homestay ini, nantinya para wisatawan akan berbaur dengan warga tempatan. Para turis itu bisa merasakan kehidupan sehari-hari warga tempatan sesuai dengan kearifan atau kebudayaan lokal.

Karena itu, lanjut Ardi, rumah-rumah warga yang bakal dijadikan homestay juga harus memenuhi sejumlah persyaratan.

“Yang pasti, rumah dan lingkungannya harus bersih, dan nyaman ditempati. Kita juga melatih beberapa warga untuk memberi pelayanan terbaik bagi turis yang datang ke kampung mereka. Ini untuk membangun citra Batam sebagai destinasi wisata yang ramah,” katanya.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin