Home Kepulauan Riau Batam

Warga Lengah, Covid-19 di Batam Menggila

519
Covid-19 Batam
Amsakar Achmad menjadi narasumber wawancara Kuliah Kerja Lapangan Studi Wilayah Pertahanan (KKL Wilhan) Perwira Siswa (Pasis) Kelompok VIII Pendidikan Reguler (Dikreg) LIX, Sekolah Staf dan Komandan Angkatan Darat (Seskoad), Jumat (28/8/20). (F: barakata.id /ist)

Barakata.id, Batam – Kasus Covid-19 di Kota Batam terus menggila sejak sepekan terakhir. Menurut Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, hal itu lantaran masyarakat sudah mulai lengah.

Amsakar mengatakan, Pemerintah Kota (Pemko) Batam kini mulai memperketat lagi penerapan protokol kesehatan, termasuk menyiapkan sanksi bagi warga yang tak patuh, misalnya tidak menggunakan masker.

“Ini bagian dari upaya Batam dalam menangani Covid-19,” ujar Amsakar saat menjadi narasumber wawancara Kuliah Kerja Lapangan Studi Wilayah Pertahanan (KKL Wilhan) Perwira Siswa (Pasis) Kelompok VIII Pendidikan Reguler (Dikreg) LIX, Sekolah Staf dan Komandan Angkatan Darat (Seskoad), Jumat (28/8/20).

Baca Juga :

KLASTER COVID-19 MELUAS DI BATAM: Empat Puskesmas Lockdown

Jenazah Pasien Covid-19 Diambil Paksa di Batam, Kadinkes: Keluarga dan Pelayat Akan Dites Swab

Ia menjelaskan, aturan dalam bentuk Peraturan Walikota (Perwako) terkait sanksi pelanggaran protokol kesehatan itu sedang digodok. Pemko Batam juga meminta pertimbangan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Batam.

Amsakar mengaku, sanksi tersebut dibuat agar warga Batam tetap patuh menerapkan protokol kesehatan.

“Sanksi yang disiapkan dalam bentuk teguran, denda, hingga kerja sosial,” ujarnya.

Menurut Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam itu, pemerintah bersama masyarakat Batam sudah enam bulan berjibaku melawan Covid-19. Sejumlah upaya mulai dari memberi imbauan, membagikan masker, melaksanakan rapid test, hingga mengantisipasi dampak sosial sudah dilakukan.

Namun, menurut dia, sejak sebulan terakhir masyarakat mulai lengah menerapkan protokol kesehatan. Kondisi itu membuat penyebaran virus corona tak terkendali.

“Jumlah pasien makin meningkat. Akhir Juli, grafik pasien Covid-19 turun drastis. Namun, di awal Agustus, mulai meningkat lagi,” ujarnya.

Selain Amsakar, narasumber lain di acara itu adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Jefridin. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan bahwa Batam sudah bekerja keras menangani Covid-19.

Baca Juga :

12 Orang Positif Corona terkait Penjemputan Paksa Jenazah di Batam

Geger! Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di RSBK Batam

Bahkan, untuk mengantisipasi dampak sosial di tengah masyarakat, Pemko Batam, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, dan Badan Pengusahaan (BP) Batam sudah menggelontorkan anggaran untuk bantuan bahan pokok kepada warga terdampak pandemi corona.

“Sudah empat kali bantuan bahan pokok disalurkan, dua kali dari Pemko, sekali dari Pemprov dan sekali dari BP Batam,” ujarnya.

Ia berharap, masyarakat pun ikut bersama pemerintah dalam menangani Covid-19 ini. Caranya, dengan menerapkan protokol kesehatan; memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menjaga imun tubuh dengan olahraga.

“Ini upaya untuk meminimalisir risiko terjangkit Covid-19 sebelum ada vaksinnya,” kata Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam itu.

Selain dari pemerintah, lanjut Jefridin, juga ada kerja sama semua pihak seperti pihak swasta, pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya di Batam dalam penanganan Covid-19. Bahkan, banyak bantuan dalam bentuk pendanaan, masker, hand sanitizer, dan sebagainya.

“Alhamdulillah, semua kompak. Semua ingin Covid-19 ini segera sirna,” kata dia.

*****

Editor : Ali Mhd

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin