Home Kepulauan Riau Batam

Warga Batam Dilarang Gelar Pesta hingga Juli 2021

Batam
Wali Kota Batam Muhammad Rudi
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id, Batam – Terus meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Batam berdampak pada aktivitas masyarakat di kota itu. Pemerintah setempat melarang warga menggelar kegiatan yang dihadiri lebih dari 20 orang.

Salah satu kegiatan yang sementara waktu ini tidak diperkenankan adalah menggelar pesta apapun yang berpotensi menimbulkan kerumunan orang banyak.

“Jangan menggelar pesta yang mengundang lebih dari 20 orang. Sebenarnya bukan pestanya yang dilarang tapi mengumpulkan orang banyak yang tidak boleh,” kata Wali Kota Batam, Muhammad Rudi di Kantor Wali Kota, Jalan Engku Putri, Senin (24/5/21).

BACA JUGA : Wako Batam Terbitkan SE 22: Lansia dan Ibu Hamil di Rumah Saja

Ia mengatakan, larangan berkegiatan dengan kerumunan orang banyak di satu tempat tersebut untuk menekan angka penyebaran Covid-19. Saat ini, kasus warga terpapar virus corona di Batam terus meningkat.

Menurut Rudi, sekarang saja sudah ada sekitar 700 warga kota itu yang sedang menjalani perawatan baik di rumah sakit, tempat karantina maupun isolasi mandiri. Karena itu, ia menegaskan, pemerintah kini harus melakukan pengetatan pengawasan terhadap aktivitas masyarakat.

Rudi mengatakan, dirinya juga telah mengeluarkan Surat Edaran Wali Kota Batam No 22 Tahun 2021. Terkait dengan larangan melaksanakan kegiatan keramaian dalam rangka pengendalian penyebaran Covid-19.

“Surat Edaran tersebut mulai berlaku hari ini, mudah-mudahan satu bulan ke depan Covid-19 dapat kembali kita tekan,” kata dia.

Rudi juga meminta agar pelaku usaha membatasi jam operasional untuk pusat perbelanjaan/ restoran, rumah makan, kedai kopi, kafe, bar, hanya sampai dengan pukul 21.00 WIB.

BACA JUGA : Batam Bentuk Tim Pengawas Protokol Kesehatan hingga RT

Semua tempat usaha yang didatangi masyarakat itu juga wajib menjalankan protokol kesehatan, seperti menyemprotkan disinfektan, thermogan, memakai masker dan menyediakan tempat cuci tangan.

“Mengatur tempat duduk pengunjung dan membatasi pengunjung maksimal 50 persen,” katanya.

Kegiatan restoran atau rumah makan agar mengutamakan layanan pesan antar secara daring atau dibawa pulang sesuai jam operasional yang telah ditetapkan. Jika menyediakan makan ditempat maksimal 50 persen dari kapasitas meja dan kursi.

“Untuk di rumah ibadah juga wajib melaksanakan protokol kesehatan. Menjaga jarak, mengukur suhu tubuh, membawa sajadah dan wudhu dari rumah dan lainnya,” kata Rudi.

*****

Editor : YB Trisna

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin