Home Kepulauan Riau Natuna

Wakil Bupati Ngesti Yuni Ajak Semua Pihak Dukung Pembentukan Provinsi Khusus Natuna

55
Provinsi Khusus Natuna
Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti membuka Forum Rbuk Bersama membahas pembentukan Provinsi Khusus Natuna-Anambas, Kamis (23/1/20) lalu. (F: Barakata.id)

Barakata.id, Natuna – Wacana pembentukan Provinsi Khusus Natuna-Anambas semakin serius digulirkan. Para tokoh di kabupaten yang berada di perbatasan itu bahkan sudah membahasnya dalam Forum Rembuk Bersama di kampus STAI Natuna, Kamis (23/1/20) lalu.

Forum yang dibuka Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti itu dihadiri oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Natuna, Andes Putra, Ketua STAI Natuna Kartubi, Ketua LAM Wan Zauwali, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan mahasiswa STAI Natuna.

Dalam sambutannya, Ngesti mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung keinginan bersama tentang pemekaran Natuna-Anambas untuk menjadi provinsi khusus.

“Mari kita gaungkan keinginan kita untuk menjadikan Natuna-Anambas menjadi provinsi khusus,” katanya.

Baca Juga :
Jokowi Datangi Natuna, Sikap Cina Berubah 180 Derajat

Menurut Ngesti, keinginan ini sudah lama diwacanakan, mulai dari era mantan Bupati Natuna periode 2006-2011 Daeng Rusnadi. Masa itu, Daeng telah melempar wacana untuk pemekaran Natuna menjadi provinsi.

Dengan melihat potensi sumber daya alam (SDA) yang melimpah, Natuna dianggap sudah layak untuk menyandang status provinsi. Apalagi, posisi Natuna yang berbatasan langsung dengan 9 negara, membuat daerah ini tidak layak lagi hanya sekadar kabupaten, tapi seharusnya menjadi provinsi.

“Apakah kita ingin seperti ini terus, sehingga pemerintah kita tidak ada lagi kewenangan dalam mengelola laut, karena ini semua sudah dialihkan ke provinsi melalui undang-undang yang baru. Sedangkan saat ini hasil laut kita sangat menjanjikan, mulai dari migas dan perikanan,” katanya.

Ngesti menekankan, pemekaran Natuna menjadi provinsi bukan karena adanya sengketa di laut Natuna Utara. Tetapi wacana ini sudah diagendakan beberapa tahun yang lalu.

Mengenai illegal fising tersebut, lanjut Ngesti, sudah lama hanya saja tidak terekspose. Sedangkan wacana pemekaran provinsi sudah lama digaungkan.

“Jadi, tidak ada hubungannya antara sengketa laut Natuna Utara dengan pemekaran provinsi”.

“Tahun 2014 kita sudah usulkan untuk pemekaran 2 kabupaten baru (Natuna Barat dan Natuna Selatan). Tapi sekarang ini kita akan memperjuangkan Natuna-Anambas menjadi provinsi khusus,” tegasnya.

Ngesti Yuni Suprapti
Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti. (F: Barakata.id)

Jika ingin berjuang, lanjut Ngesti, jangan setengah-setengah. Seluruh elemen masyarakat Natuna dan Anambas harus bersatu.

“Mari kita satukan tangan dan pemikiran kita,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua DPRD Natuna, Andes Putra. Ia menegaskan, dirinya tetap menginginkan kabupaten yang berada diujung utara NKRI ini, dapat dimekarkan menjadi provinsi khusus.

“Kami DPRD Natuna sangat mendukung Natuna di jadikan provinsi khusus, Sebab hal itu sudah lama ditunggu-tunggu oleh masyarakat,” ucapnya.

Baca Juga :
KPU Luncurkan Pilkada Natuna 2020, Ngesti Yuni: Kita Harus Adil dan Profesional

Menurut Andes, pemekaran Provinsi Khusus Natuna dan Anambas akan membawa dampak positif bagi daerah setempat, demi kemajuan pembangunan dan kesejahteraan perekonomian masyarakat.

“Intinya kita ingin mempunyai kekuasaan penuh terhadap laut sebagai sumber pendapatan utama masyarakat kita. Selain itu, jika status kita sudah provinsi penjagaan terhadap laut kita juga akan semakin intens, karena hanya terfokus kepada Natuna dan Anambas saja,” kata dia.

*****

Penulis : Edi Zamri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin