Home Gaya Kesehatan Virus Corona dan Klaim-Klaim Obat Penyembuhnya

Virus Corona dan Klaim-Klaim Obat Penyembuhnya

45
Virus Corona
Ilustrasi. Wabah virus Corona telah membuat kota-kota di Cina mencekam. Sebanyak 41 juta penduduk dikarantina massal. (F: Getty Images)

Barakata.id, Batam – Miliaran orang di muka bumi telah dibuat was-was oleh penyebaran Virus Corona. Sampai sekarang, para ilmuan terus berjuang menemukan obat yang bisa menyembuhkan virus mematikan tersebut.

Sejak ‘meledak’ pada akhir tahun 2019, wabah Virus Corona yang berasal dari negara Cina terus menghantui masyarakat dunia, termasuk di Indonesia. Sejumlah pihak sudah muncul, melemparkan klaim bahwa mereka sudah menemukan obat penawar atau penyembuh Virus Corona.

Tentu saja, klaim pertama datang dari negeri Tirai Bambu, negara yang pertama kali ‘menyebarkan’ virus tersebut. Ilmuan di negara itu mengklaim, Virus Corona bisa disembuhkan dengan bat herbal.

Baca Juga :
Virus Corona Infeksi 16 Ribu Orang di Hubei, 361 Meninggal

Adalah bunga honeysuckle atau kamperfuli yang dimunculkan sebagai obat herbal antivirus Corona. Informasi bahwa cairan dari bunga tersebut bisa menjadi obat Corona, langsung menimbulkan kehebohan.

Penjualan obat herbal dari cairan bunga honeysuckle pun melonjak tajam. Masyarakat Cina memburu pusat-pusat penjualan obat herbal untuk membeli cairan dari bunga berbahasa latin Lonicera caprifolium itu.

Obat Virus Corona
Ilmuan Cina mengklaim cairan dari bunga honeystuckle bisa menjadi obat herbal yang menyembuhkan Virus Corona. (F: Shutterstock)

Mengutip AFP yang dilansir CNN Indonesia, Sein (3/2/20), obat herbal yang disebut shuanghuanglian ini jadi idola baru di Cina. Pembeli pun membanjiri apotek untuk mencari obat tersebut.

Baca Juga :
Cegah Virus Corona, 243 WNI dari Cina Dikarantina 14 Hari di Natuna

Perburuan untuk mencari obat itu terjadi setelah media pemerintah Cina Xinhua melaporkan bahwa Jumat lalu Academy of Sciences di Cina menemukan ramuan yang bisa menghambat Virus Corona.

Dalam video yang viral di internet menunjukkan bahwa ada antrean yang mengular panjang dari orang yang menggunakan masker bedah. Mereka mengantre di malam hari di luar toko obat dengan harapan bisa mendapatkan obat herban tersebut.

Mereka rela mengantre di luar rumah meski ada saran resmi untuk menghindari ruang publik demi mencegah infeksi. Obat ini dengan cepat terjual habis, baik secara online maupun di toko obat dan apotek. Hanya saja, masih banyak pertanyaan yang muncul.

Salah satunya adalah kemanjuran obat tersebut. Ada yang antusias ada pula yang skeptis. Semua kekhawatiran ini diungkapkan lewat Weibo, ‘twitter’ Cina.

Selanjutnya, klaim dokter di Thailand..

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here