Home Nusantara

Vaksin Corona, Presiden Jokowi Siap Jadi Orang Pertama Disuntik

Vaksin Covid-19
Presiden Jokowi menyatakan siap menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid-19. (F: BPMI Setpres)
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id, Jakarta – Presiden Jokowi menegaskan dirinya siap menjadi orang pertama yang disuntik vaksin virus corona (Covid-19). Ia mengaku akan berdiri paling depan jika memang tim kesehatan memintanya.

“Ya, kalau saya nanti diputuskan bahwa yang pertama disuntik Presiden, ya saya siap,” ujar Presiden Joko Widodo saat menjawab pertanyaan Rosianna Silalahi dalam tayangan wawancara khusus bertajuk Jokowi Dikepung Kritik di Kompas TV, Senin (16/11/20) malam.

Presiden juga berpesan agar kesiapannya berada di baris depan untuk vaksinasi Covid-19 tidak dijadikan polemik di tengah masyarakat.

“Ya, kalau saya sudah ditentukan oleh tim bahwa Presiden yang pertama, saya siap. Tapi jangan sampai nanti ‘lho enak sekali Presiden yang pertama, harusnya rakyat dulu’, jangan seperti itu,” kata Presiden seraya tersenyum.

Baca Juga :

Kesiapan untuk menjadi orang pertama yang disuntik vaksin corona kembali ditegaskan Jokowi saat meninjau simulasi vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Tanah Sareal, Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/11/20).

“Kalau ada yang bertanya Presiden nanti di depan atau di belakang? Kalau oleh tim diminta saya yang paling depan ya saya siap,” ujarnya seperti dilansir dari laman resmi Presiden RI.

Ia mengatakan, saat ini pemerintah masih terus mengupayakan hadirnya vaksin virus corona di Tanah Air. Presiden juga mengatakan bahwa pemerintah telah mengantongi pihak-pihak yang pertama akan menerima vaksin.

Kelompok masyarakat itu adalah tenaga kesehatan, baik itu dokter maupun perawat atau paramedis, kemudian TNI-Polri, lalu aparatur sipil negara (ASN) yang memberikan pelayanan publik serta para guru.

Vaksinasi mulai awal 2021

Presiden Jokowi mengatakan, kegiatan vaksinasi Covid-19 di Tanah Air diperkirakan akan dimulai akhir 2020 atau paling lambat awal 2021.

“Ini kan terkait persiapan, jadi bukan kita menerima vaksin lalu terus disuntikkan. ada prosesnya. Kan harus disiapkan juga distribusinya ke seluruh wilayah Tanah Air,” kata dia.

Jokowi menegaskan, Indonesia akan membeli vaksin yang masuk di dalam daftar Badan Kesehatan Dunia atau WHO. Namun, Presiden tidak memberi kejelasan vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia Pfizer atau Moderna.

Baca Juga :

Kedua vaksin tersebut selama ini diklaim memiliki tingkat efektivitas yang tinggi.

“Saya tidak berbicara mereknya apa, yang penting ada dalam daftar WHO, itu yang akan kita beli,” katanya.

Selain terdaftar di WHO, lanjut Presiden, pemerintah juga melihat dari keefektivan dari vaksin tersebut dalam mengatasi virus corona. Penetapan vaksin yang akan dibeli juga melalui kajian ilmiah serta pengawalan oleh Badan POM.

“Yang jelas, vaksin ini juga harus sesuai dengan karakteristik masyarakat Indonesia, makanya harus lolos tahapan uji klinis di sini,” pungkasnya.

*****

Editor : YB Trisna

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin