Home Jelajah Kuliner

Ulat Hong Kong Jadi Santapan di Eropa

Ulat Hong Kong
Ulat Hong Kong. (F: Pixabay)
Advertisement

Barakata.id- Ulat Hong Kong merupakan serangga yang kaya protein dan serat. Kandungan ulat Hong Kong ini membuat serangga tersebut disetujui menjadi santapan manusia di Eropa.

Sebelumnya, lewat penelitian yang diterbitkan Journal of Insect as Food and Feed, ulat ini bisa menggantikan protein hewan. Para ahli menyebut, ulat Hong Kong menjadi sumber makanan kaya protein terbaru.

Baca Juga:
Ini Dia Cara Membuat Si Molen Mini, Camilan Enak dari Pisang

Advertisement

Dilansir dari detik, Senin (18/1/21) baru-baru ini badan makanan di Uni Eropa menyetujui ulat Hong Kong sebagai makanan manusia.

Di Eropa ini diolah dalam bentuk utuh, bubuk hingga pasta. Ulat Hong Kong menjadi makanan berbasis serangga pertama yang disetujui Eropa untuk dikonsumsi manusia.

Tak hanya pengawas keamanan pangan Eropa saja yang sudah setuju, namun Komisi Uni Eropa juga sudah menyetujuinya. Ulat yang makan sayur-sayuran ini disetujui sebagai makanan manusia oleh European Food Safety Agency (EFSA).

Selain kandungan protein yang tinggi, ulat ini juga memiliki lemak dan serat yang bermanfaat bagi tubuh. Ulat ini bisa diolah jadi tepung sehingga bisa digunakan untuk membuat camilan hingga mie.

Menurut ilmuwan makanan EFSA, Ermolaos Ververis ulat ini termasuk diminati. Terutama di bidang industri makanan yang ingin mengambangkan makanan berbasis serangga.

Selain ulat, EFSA juga meneliti 14 serangga lainnya untuk diuji kelayakannya sebagai bahan makanan. Hingga saat ini EFSA punya 156 penelitian bahan makanan dari jenis baru, termasuk dari alga atau ganggang.

Baca Juga:
Korean Garlic Bread Laris Manis, Bisa Jadi Ajang Bisnis

Keputusan EFSA untuk menyetujui ulat ini jadi bahan makanan baru memang menimbulkan pro dan kontra di Eropa. Banyak juga orang yang merasa jijik membayangkan ulat menjadi makanan.

“Tapi seiring berjalannya waktu dan pengenalan, pandangan ini tentunya bisa berubah,” jelas Giovanni Sogari, pengamat konsumen dari University of Parma, dikutip dari DW, Senin (18/1/21).

Ulat yang bisa jadi bahan makanan ini memiliki bentuk kecil dengan warna kuning kecokelatan. Ulat kecil ini merupakan larva dari kumbang kecil. Biasanya ulat ini menjadi pakan untuk ikan hias, burung dan hamster.

***

Editor: Asrul R

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin